Grid.ID - Momen salat Idulfitri tidak hanya menjadi ajang ibadah dan silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi bagi umat Muslim untuk memahami realitas yang lebih luas. Hal inilah yang menjadi perhatian Hanung Bramantyo dalam menentukan tema khotbah di masjid yang ia kelola bersama Zaskia Adya Mecca.

Alih-alih mengangkat tema yang bersifat umum dan berulang setiap tahunnya, Hanung menginginkan materi khotbah yang lebih kontekstual dan relevan dengan kondisi dunia saat ini. Menurutnya, selama ini khotbah Idulfitri cenderung menggunakan pendekatan yang “template”, yakni mengulang ayat-ayat atau pesan yang sama tanpa mengaitkannya dengan dinamika yang sedang terjadi di masyarakat global.

"Kalau soal penceramah karena kita sesuaikan dengan konteks hari ini, saya kepingin yang hadir, jamaah yang hadir hari di sini itu memahami betul konteks geopolitik yang ada di internasional, dunia internasional," ujar Hanung Bramantyo di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/3/2026).

"Jadi tidak hanya berbicara tentang ayat-ayat yang template saja, seperti kalau udah lebaran itu kan selalu ayatnya template, kalau puasa juga ayatnya template," sambungnya.

Ia menilai bahwa jamaah perlu mendapatkan wawasan yang lebih luas, khususnya terkait situasi geopolitik internasional yang turut berdampak pada umat Islam di berbagai belahan dunia. Dengan demikian, khotbah tidak hanya menjadi sarana penyampaian nilai spiritual, tetapi juga media edukasi yang membuka kesadaran kolektif.

"Tapi kita kepingin memberikan informasi, memberikan pelajaran pengetahuan tentang apa yang terjadi geopolitik di terutama di Palestina, di Gaza, bagaimana saudara-saudara kita di sana," katanya.

Salah satu isu yang menjadi sorotan utama adalah konflik yang terus berlangsung di Gaza dan Palestina. Hanung menekankan pentingnya memahami kondisi saudara-saudara Muslim di wilayah tersebut, yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang kompleks.

Dengan mengangkat tema ini, ia berharap jamaah dapat merasakan empati yang lebih mendalam sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu global.

Selain itu, ia juga menyinggung ketegangan yang melibatkan Iran dan Israel, yang dinilai berpotensi memicu perpecahan di kalangan umat Islam. Konflik tersebut tidak hanya berdampak secara politik, tetapi juga berimbas pada munculnya sentimen sektarian antara kelompok Sunni dan Syiah. Menurut Hanung, kondisi ini menjadi tantangan serius yang harus disikapi dengan bijak agar tidak memperdalam perpecahan internal.

"Terus bagaimana hubungan antara peperangan antara Iran dan Israel ini hampir memecah belah umat Islam, mana yang Sunni mana yang Syiah, kemudian saling itu apa segala macam," kata Hanung.

"Karena itu yang dimaui oleh dunia internasional, dunia barat, yang tidak suka dengan Islam adalah udah Islam terpecah belah," sambungnya.

Baca Juga: Bangun Masjid Bareng Zaskia Adya Mecca, Hanung Bramantyo Jadi Imam Tarawih

Halaman Selanjutnya

Penulis : Christine Tesalonika
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#Indonesia

#meninggal dunia

#anak

#pegawai

#viral

#air keras