Grid.ID - Bocah SD di Semarang tewas kena ledakan petasan jelang lebaran 2026. Polisi curiga karena mercon rakitan.
Mengenai ledakan terjadi di sebuah rumah di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat dini hari. Peristiwa ini menyebabkan satu anak berusia 9 tahun meninggal dunia.
Berikut kronologi bocah SD di Semarang tewas kena ledakan petasan jelang lebaran 2026. Polisi curiga karena mercon rakitan.
Melansir dari Kompas TV, ledakan yang cukup kuat menghancurkan bagian atap serta ruang utama rumah, dan turut menyebabkan kaca-kaca rumah di sekitarnya pecah. Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00.
Dentuman keras yang berasal dari dalam rumah milik seorang warga di Tambakrejo, Semarang, sempat membuat warga sekitar kaget hingga berlarian keluar rumah. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera memasang garis pembatas dan melakukan penyelidikan di tempat kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, seorang anak berusia 9 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, dua penghuni lainnya mengalami luka ringan.
Tim Gegana, Laboratorium Forensik, dan Inafis turut melakukan pemeriksaan lokasi serta memintai keterangan dari para saksi.
Dalam proses olah TKP, ditemukan sebuah kardus berisi berbagai jenis petasan. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, area kejadian masih diberi garis polisi dan berada dalam pengawasan aparat.
Aparat kepolisian masih mendalami kasus ledakan mematikan yang terjadi di Kampung Pondok, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat dini hari (20/3/2026).
Dalam penyelidikan tersebut, polisi menemukan sejumlah fakta yang cukup mengejutkan terkait asal mula ledakan serta identitas pihak yang membeli bahan petasan. Terkait kondisi lokasi, polisi menyatakan bahwa area kejadian telah dinyatakan aman.
Kapolrestabes Semarang, Brigjen Pol M Syahduddi, menjelaskan bahwa tim Gegana dari Satbrimob telah melakukan proses sterilisasi secara menyeluruh di tempat kejadian perkara.
"Situasi sudah clear, sudah steril, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran adanya ancaman lain," kata dia saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, dikutip dari TribunBanyumas.com.
Diketahui, peristiwa ledakan di Tambakrejo menyebabkan seorang anak berusia 9 tahun bernama Gilang meninggal dunia.
Selain itu, dua orang lainnya turut mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Bangunan rumah mengalami kerusakan berat, di mana bagian atap dan plafon runtuh, serta berdampak pada rumah-rumah di sekitarnya.
Diduga berasal dari petasan rakitan
Pihak kepolisian menduga sementara bahwa sumber ledakan berasal dari petasan atau mercon yang dibuat sendiri oleh penghuni rumah.
"Patut diduga ledakan tersebut berawal dari mercon yang dimiliki penghuni rumah," jelas dia.
Hal itu selaras dengan temuan di lapangan serta keterangan saksi yang menyebut korban diduga tengah meracik bahan tersebut saat kejadian. Fakta baru terungkap, bahan peledak tersebut diduga dibeli secara online melalui TikTok Shop oleh satu di antara penghuni rumah berinisial T.
"Ini ada hal menarik, dari keterangan pemilik rumah, ada anak yang membeli bahan peledak dari TikTok Shop."
"Ini sedang kita dalami jaringannya," tegas Syahduddi.
Polisi saat ini tengah mengejar sejumlah pihak yang diduga terlibat, termasuk penjual serta pemasok bahan berbahaya tersebut. Kepolisian juga menegaskan bahwa rumah yang menjadi titik ledakan bukan merupakan lokasi pembuatan maupun penjualan petasan.
“Itu rumah warga biasa, yang bersangkutan tinggal bersama neneknya,” jelasnya.
Hingga kini, tim gabungan dari Inafis, Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah, serta Gegana masih terus melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan. Di sisi lain, proses autopsi terhadap korban masih dilakukan di rumah sakit.
"Semua fakta nanti akan disimpulkan dari hasil penyelidikan yang sedang berjalan," kata dia. (*)
| Source | : | Kompas TV,TribunBanyumas.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |