Grid.ID - Kasus yang menimpa Andrie Yunus yang aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) hebohkan publik. Tindakan penyiraman keras itu bahkan membuat Dedi Mulyadi mengutuk.

Bukan tanpa alasan, hal itu menurut Gubernur Jawa Barat itu termasuk dalam tindakan teror dan intimidatif. Bahkan gegara kejadian tersebut, Dedi Mulyadi mengutuk dan berharap peristiwa serupa tak terjadi di wilayah Jawa Barat.

Pasalnya, peristiwa tersebut bisa mengancam nyawa orang lain bahkan membuat seseorang mengalami kecacatan.

"Sebagai warga Jawa Barat, kita berharap Jawa Barat terbebas dari berbagai teror intimidatif, upaya menghilangkan nyawa orang lain.

Membuat cacat orang lain dengan tujuan tertentu sebagaimana dialami oleh saudara kita, Bang Andrie Yunus, aktivis Kontras," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID, Kamis (19/3/2026).

Tak berhenti sampai di situ, Dedi juga yakin aparat penegak hukum bisa mengungkap pelaku dan mengungkap sosok di balik aksi penyiraman air keras tersebut.

"Saya meyakini pelaku penyerangan dan siapa yang menyuruhnya akan diungkap oleh Kepolisian Republik Indonesia," imbuh Dedi Mulyadi.

Sekedar informasi, sebelumnya aksi penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus dilakukan oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (19/3/2026). Sontak saja, hal itu langsung membuat publik geram.

Pasalnya, melansir dari Kompas.com, kasus soal penyiraman air keras terhadap orang-orang penting pernah terjadi dan seolah sering diabaikan.

Salah satunya yakni yang terjadi pada Novel Baswedan penyidik KPK pada tahun 2017 silam.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus ini pun dikhawatirkan mengulang kejadian yang terjadi pada Novel Baswedan silam.

Baca Juga: Bak Ketiban Durian Runtuh, Petugas Kebersihan di Jabar Dipastikan Bakal Dapat Uang THR dari Dedi Mulyadi!

Halaman Selanjutnya

Source : TribunJabar.id,KOMPAS.com
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#Indonesia

#meninggal dunia

#anak

#pegawai

#viral

#air keras