Grid.ID - Pihak Insanul Fahmi ngaku keberatan dengan nafkah anak yang dituntut oleh Wardatina Mawa. Pasalnya, nafkah yang diminta mencapai angka Rp 30 juta per bulan.

Mengetahui hal tersebut, pihak Insanul Fahmi ngaku keberatan. Ya, hal itu dianggap pihak Insanul terlalu besar. Apalagi anak keduanya juga masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak.

Seperti yang diketahui sebelumnya Wardatina MAwa telah menggugat cerai Insanul ke Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan pada 26 Februari 2026. Meski pihak Insanul sendiri tetap berharap bisa rujuk, hal itu masih saja tak membuat Mawa goyah.

Pasalnya, Mawa mengaku telah sakit hati usai sang suami menikah siri dengan Inara Rusli di belakangnya. Sementara itu, kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto buka suara terkait tuntutan nafkah anak dari pihak Mawa terhadap kliennya.

Ya, pihak Insanul juga masih menghitung jumlah yang diminta tersebut.

"Insanul nggak pernah bilang keberatan tapi dipertimbangkan. Kalau nafkah buat anak Rp 30 juta itu dihitung tiap harinya, tiap minggunya, tiap bulannya," beber Tommy dikutip Grid.ID dari YouTube STAR 7 Channel, Selasa (17/3/2026).

Tommy juga menyinggung soal Mawa yang kini sudah sukses menjadi wanita karier. Sehingga Insanul berharap pembagian nafkah anak berimbang antara ibu dan ayah.

"Nanti harus sama-sama berimbang apalagi ibunya (Mawa) kan sekarang udah bisa cari duit, bapaknya juga cari duit," ujar Tommy.

"Ini menjadi satu pokok untuk bersama-sama mencari nafkah untuk anak," imbuhnya.

Lebih lanjut, Tommy menilai nafkah yang dituntut terlalu besar. Sehingga memang perlu untuk disesuaikan.

"Kalau orang bilang teori kepantasan, kalau Rp30 juta terlalu besar untuk anak umur segitu perbulannya untuk sekolah. Menurut saya itu perlu disesuaikan," tegas Tommy lagi.

Baca Juga: Nggak Mau yang Bekas-bekas, Mawa Tak Segan Minta Insanul Fahmi dan Inara Rusli untuk Bersatu: Aku Ikhlas

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnews.com,Youtube
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#Indonesia

#meninggal dunia

#anak

#pegawai

#viral

#air keras