Grid.ID - Puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran dengan lonjakan jumlah penumpang yang signifikan. Masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket kereta api karena ketersediaan kursi masih cukup banyak.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 untuk periode 11 Maret hingga 1 April terus meningkat. Hingga saat ini, okupansi tiket telah mencapai sekitar 55,2 persen dari total kapasitas 4,5 juta kursi yang disediakan.
Artinya, masih tersedia sekitar 2 juta tempat duduk yang dapat dipesan oleh masyarakat. Hal ini memberikan kesempatan bagi pemudik untuk tetap merencanakan perjalanan menggunakan kereta api.
VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengimbau masyarakat agar segera merencanakan perjalanan mudik. Ia mengatakan ketersediaan tiket masih cukup banyak di berbagai relasi perjalanan.
“Ketersediaan tiket masih cukup banyak di berbagai relasi perjalanan,” ujar Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
Ia juga menyarankan masyarakat memanfaatkan berbagai pilihan jadwal perjalanan yang tersedia. Selain itu, pemudik dapat menggunakan promo yang disediakan agar perjalanan tetap nyaman.
Untuk Kereta Api Jarak Jauh, tingkat okupansi tiket saat ini mencapai sekitar 67 persen. Sementara itu, tiket Kereta Api Lokal baru terjual sekitar 9,9 persen dari total kapasitas yang tersedia.
Jumlah kursi yang masih tersedia memungkinkan masyarakat memilih jadwal perjalanan yang lebih fleksibel. Pemudik juga bisa mempertimbangkan stasiun alternatif untuk menghindari kepadatan.
Berdasarkan data KAI, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran dengan volume perjalanan mencapai sekitar 247.440 pelanggan dalam satu hari.
Sejumlah stasiun menjadi tujuan favorit para pemudik, di antaranya Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, serta Stasiun Yogyakarta.
Selain itu, stasiun lain yang juga ramai dipilih pemudik adalah Stasiun Bekasi, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Purwokerto, hingga Stasiun Semarang Tawang.
Baca Juga: Bingung Mudik Pagi atau Malam? Simak Dulu Kelebihan dan Kekurangannya
| Source | : | Kompas.com |
| Penulis | : | Argia Melanie Pramesti |
| Editor | : | Desy Kurniasari |