Grid.ID - Bulan Ramadan 1447 H telah berlalu. Umat muslim di seluruh dunia kini tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Berakhirnya Ramadan bukanlah tanda berakhirnya ibadah, melainkan menjadi momentum untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan suci tersebut. Oleh karena itu, banyak umat muslim di Tanah Air yang melakukan puasa sunnah Syawal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa siapa yang berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadan, maka pahalanya seperti berpuasa setahun penuh.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).
Puasa Syawal biasanya dilakukan 6 hari, bisa dilakukan berturut-turut atau tidak. Puasa ini juga dilaksanakan mulai tanggal 2 syawal atau sehari setelah Idul Fitri.
Lantas kapankah puasa Syawal mulai bisa dikerjakan? Serta mana yang harus didahulukan antara puasa Syawal atau bayar utang puasa?
Puasa Syawal Atau Bayar Utang Puasa Dulu?
Hal ini pernah dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad atau UAS dalam salah satu ceramahnya. Menurut Ustaz Abdul Somad, puasa ganti atau puasa qadha merupakan ibadah yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
Baca Juga: Eca Aura Spill Pengalaman Ikut Puasa, Akui Rasanya Haus Banget!
"Ibu-ibu yang kemarin punya utang 7 hari, nanti selesai Ramadhan masuk bulan Syawal Qadha (puasa ganti) dulu 7 hari," jelasnya, dikutip dari TribunStyle.com.
Setelah utang puasa terlunasi, umat muslim bisa melakukan puasa Syawal selama 6 hari.
| Source | : | Serambinews.com,Tribunstyle.com |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |