Grid.ID - Profil Habib Jafar atau yang bernama lengkap Habib Jafar adalah Husein Jafar Al Hadar, seorang pendakwah muda yang dikenal luas karena gaya dakwahnya yang santai, inklusif, dan dekat dengan generasi muda. Tokoh yang akrab disapa Habib Jafar ini lahir di Bondowoso, Jawa Timur, pada 21 Juni 1988.

Habib Jafar diketahui memiliki darah keturunan Madura. Selain itu, ia juga merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW yang tercatat hingga generasi ke-38.

Riwayat Pendidikan Habib Jafar

Dalam perjalanan pendidikannya, Habib Jafar pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Bangil yang berada di Jawa Timur. Pendidikan pesantren ini menjadi fondasi awal dalam memahami ilmu keislaman secara mendalam.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Di kampus tersebut, Habib Jafar meraih gelar Sarjana Filsafat Islam.

Tak berhenti di situ, ia juga melanjutkan studi pada program magister dengan fokus pada Tafsir Al-Qur’an di universitas yang sama.

Karier dan Aktivitas Dakwah

Selain dikenal sebagai pendakwah, Habib Jafar juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan intelektual. Ia menjabat sebagai Direktur di Akademi Kebudayaan Islam Jakarta dan terlibat dalam gerakan dakwah moderat melalui Gerakan Islam Cinta.

Di bidang literasi, Habib Jafar juga memiliki reputasi sebagai penulis. Aktivitas menulisnya sudah dimulai sejak masa kuliah. Beberapa karya yang pernah ia hasilkan antara lain buku Anakku Dibunuh Israel, Islam Mahzab Fadlullah, serta Tuhan Ada di Hatimu.

Gaya Dakwah yang Dekat dengan Generasi Muda

Salah satu hal yang membuat Habib Jafar dikenal luas adalah pendekatan dakwahnya yang memanfaatkan teknologi digital dan media sosial. Ia aktif sebagai kreator konten dan mengelola kanal YouTube bernama Jeda Nulis.

Baca Juga: Profil Ustaz Adi Hidayat (UAH), Dai Lulusan Libya yang Berpengaruh di Indonesia

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnewswiki.com,KOMPAS.com
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna