Grid.ID - Aktris asal Indonesia, Alya Rohali dikenal sebagai salah satu selebriti Tanah Air yang memiliki dedikasi tinggi terhadap olahraga lari. Ia bahkan berhasil meraih medali bergengsi Six Star Medal dalam ajang World Marathon Majors.
Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu figur publik yang aktif mempopulerkan olahraga lari di Indonesia. Konsistensinya mengikuti berbagai ajang marathon juga menjadi inspirasi bagi banyak pelari pemula.
Alya mengungkapkan bahwa popularitas olahraga lari di Indonesia sebenarnya baru berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ia pun menceritakan bagaimana situasi dunia lari di Tanah Air ketika dirinya mulai aktif berlari.
"Which is memang di Indonesia ini baru belakangan ini ramai ya. Jadi kenapa dulu kita larinya ke WMM Majors, karena memang di sini tuh culture-nya belum terbentuk gitu," ujarnya saat berada dikawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (9/3/2026).
Ia mengaku sudah menekuni olahraga lari sejak lama, jauh sebelum tren ini berkembang pesat seperti sekarang. Pengalaman panjang tersebut membuatnya melihat langsung perubahan besar dalam budaya lari di Indonesia.
"Kebetulan saya mulai lari itu dari 2002, jadi waktu pertama kali saya ikut Tokyo Marathon itu 2016 ya, dan belum se-happening ini lah lari gitu," ungkapnya.
"That's why kita larinya ke sana dan mungkin sekarang juga jadi benchmark para pelari ya yang mau punya experience marathon lah gitu," lanjutnya.
Perkembangan ini juga membuat kualitas penyelenggaraan lomba lari di Indonesia semakin meningkat. Berbagai konsep baru pun mulai dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari.
Salah satunya adalah ajang Platarun Six Series 2026 yang disebut memiliki konsep mirip dengan World Marathon Majors. Bedanya, rangkaian lomba ini akan menghadirkan pengalaman berlari di berbagai lokasi ikonik di Indonesia.
"Cuma makin ke sini culture lari kita pun udah mulai terbentuk, happening banget gitu ya olahraga lari, sehingga semakin advance gitu lo penyelenggaraan race-race di Indonesia," tuturnya.
Alya juga menilai bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas budaya yang berbeda. Hal tersebut menjadi nilai lebih yang tidak selalu ditemukan di lomba marathon di luar negeri.
| Penulis | : | Gemma Ramadhina Zaneta |
| Editor | : | Desy Kurniasari |