Grid.IDBahaya microsleep mengintai pengendara saat mudik lebaran. Berikut ini tips menghindarinya.

Perjalanan mudik Lebaran 2026 menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Pada waktu ini, banyak orang beramai-ramai pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga tercinta.

Namun, perjalanan jauh yang memakan waktu lama kerap membuat pengemudi merasa kelelahan.

Kondisi tersebut berbahaya karena dapat memicu microsleep, yaitu keadaan ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari. Saat terjadi ketika mengemudi, kondisi ini dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang serius.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep merupakan periode tidur yang sangat singkat, biasanya berlangsung kurang dari 30 detik. Menurut penjelasan Dr. Winnugroho Wiratman, Sp.S., Ph.D dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), kondisi ini terjadi ketika sebagian bagian otak masih merespons rangsangan, sementara bagian lainnya sudah memasuki fase tidur.

Banyak pengemudi tidak menyadari saat mengalami microsleep, padahal dampaknya sangat berbahaya. Data menunjukkan sekitar 35 persen kecelakaan lalu lintas berkaitan dengan kondisi ini.

Bahkan, apabila microsleep terjadi lebih dari setengah waktu dalam periode empat menit, kemungkinan terjadinya kecelakaan menjadi sangat tinggi. Karena itu, penting bagi pengemudi untuk mengetahui cara mencegahnya, terutama saat musim mudik ketika lalu lintas cenderung padat dan perjalanan berlangsung lebih lama.

Penyebab Microsleep

Secara umum, microsleep dipicu oleh dua faktor utama:

1. Kelelahan

Perjalanan panjang dengan kondisi jalan yang monoton dapat membuat tubuh cepat lelah sehingga meningkatkan risiko tertidur sesaat.

Halaman Selanjutnya

Penulis : Fidiah Nuzul Aini
Editor : Fidiah Nuzul Aini

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna