Grid.ID- Kasus yang menyeret nama Vina, perempuan asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik. Video pengakuannya yang viral di media sosial memicu dugaan kuat adanya praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan. Beginilah kronologi Vina diduga jadi korban TPPO.
Keluarga melalui kuasa hukum membeberkan rangkaian peristiwa yang panjang sebelum Vina akhirnya diberangkatkan ke China. Empat kali kunjungan warga negara asing ke rumah keluarganya disebut menjadi awal dari proses tersebut.
Pemberian mahar hingga keberangkatan ke luar negeri terjadi hanya dalam hitungan hari. Berikut kronologi Vina diduga jadi korban TPPO sebagaimana informasi yang kami himpun dari Tribun Jabar dan Tribun Jatim, Minggu (1/3/2026).
Awal Perkenalan di Jakarta
Peristiwa bermula saat Vina bekerja di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Menurut kuasa hukum keluarga dari YLBHI Garuda Sakti, Asep Maulana Hasanudin, Vina diam-diam difoto oleh seorang pria asal Tiongkok.
“Jadi kasus Saudari Vina ini awalnya itu Vina bekerja di Jakarta, di salah satu tempat di PIK (Pantai Indah Kapuk). Kemudian, Vina itu diam-diam difoto oleh orang Tiongkok,” ujar Asep.
Dari situlah komunikasi mulai terjalin. Vina disebut ditawari untuk memiliki pacar orang Tiongkok. Awalnya sebatas pendekatan biasa, namun karena hampir setiap hari diperlihatkan foto pria tersebut, Vina mulai merespons dan beberapa kali bertemu tanpa sepengetahuan atasannya.
Empat Kali Datang ke Desa Gombang
Kemudian rombongan pria Tiongkok datang ke Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Kunjungan pertama dilakukan oleh Liu Guanggun, Zhang Haibi, Wang Jun, serta seorang WNI bernama Nisa Herman Susi. Kedatangan itu disebut sebagai silaturahmi awal kepada keluarga Vina.
Pada kunjungan kedua, rombongan kembali datang dengan tujuan lebih serius untuk melihat langsung Vina. Wang Jun disebut sebagai calon suami, sementara Wang Yujun adalah ayahnya.
Kunjungan ketiga dilakukan dengan rombongan berbeda, meski tujuannya tidak dijelaskan secara rinci. Hingga akhirnya pada 5 Agustus 2025, rombongan datang untuk keempat kalinya dan menyerahkan mahar kepada keluarga.
Vina yang lahir 21 Agustus 1999 dan telah yatim piatu itu tinggal bersama pamannya, Samija. Ia disebut diiming-imingi mahar serta janji kiriman uang bulanan untuk keluarga.
| Source | : | Tribun Jabar,Tribun Jatim |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |