Grid.ID- Memasuki Ramadan 2026, pola tidur dan makan umat Muslim otomatis berubah. Waktu sahur yang dilakukan dini hari sering membuat rasa kantuk sulit ditahan setelah makan.
Tak sedikit orang memilih langsung kembali ke tempat tidur usai sahur agar bisa beristirahat sebelum beraktivitas. Namun, kebiasaan ini ternyata menyimpan potensi gangguan kesehatan, terutama bagi penderita asam lambung.
Secara medis, posisi tubuh setelah makan sangat memengaruhi proses pencernaan. Lalu, benarkah tidur setelah sahur di Ramadan 2026 berbahaya?
Mengapa Tidur Setelah Sahur Berisiko?
Secara anatomi, lambung manusia bekerja seperti botol yang berisi asam. Saat seseorang berada dalam posisi duduk atau berdiri, gravitasi membantu menjaga asam lambung tetap berada di bagian bawah. Kondisi ini membuat proses pencernaan berjalan lebih stabil.
Namun situasinya berbeda ketika seseorang langsung berbaring dengan perut penuh setelah sahur di Ramadan 2026. Dalam posisi tidur, gravitasi tidak lagi membantu menahan asam lambung. Akibatnya, risiko asam naik ke kerongkongan menjadi lebih besar.
Dampak Kesehatan Jika Langsung Tidur Setelah Sahur
1. Naiknya Asam Lambung (Refluks/GERD)
Mengutip Tribun Jogja, Jumat (27/2/2026), dampak paling umum adalah refluks asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Saat lambung terisi makanan dan cairan sahur, tekanan di dalamnya meningkat. Jika langsung berbaring, katup antara lambung dan kerongkongan atau lower esophageal sphincter (LES) bisa tertekan dan melemah.
Akibatnya, asam lambung beserta sisa makanan naik kembali ke kerongkongan. Penderita bisa mengalami mual, muntah, nyeri ulu hati, perut kembung, bahkan sensasi panas di dada. Dalam Ramadan 2026, kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan berpuasa sepanjang hari.
2. Risiko Penimbunan Lemak dan Obesitas
Saat tidur, metabolisme tubuh melambat secara signifikan. Kalori yang baru dikonsumsi saat sahur seharusnya digunakan sebagai energi untuk beraktivitas di siang hari. Jika langsung tidur, tubuh cenderung menyimpan kalori tersebut dalam bentuk lemak.
| Source | : | Tribun Jogja,KOMPAS.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |