Grid.ID - Bulan suci Ramadan tengah berlangsung. Tentu kita semua ingin mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda, kan? Inilah tiga amalan utama puasa Ramadan dari Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Dalam ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan agar puasa kita tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, ada kurikulum khusus yang wajib diterapkan sejak, bahkan sejak awal bulan puasa.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, jawabannya ada di dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183. Di akhir ayat tersebut, Allah SWT berfirman "la'allakum tattaqun".
Kata "la'alla", dalam ilmu tafsir dan nahwu disebut harfut tarajji. Artinya, sebuah harapan atau keinginan besar yang hanya bisa dicapai dengan kesungguhan.
"Harapan itu tidak mungkin bisa dicapai kecuali dengan kesungguhan. Jadi ketika Allah menutup ayat puasa dengan kata la'allakum, seakan memberi pesan tidak semua orang puasa akan mendapatkan kenaikan takwa dan jaminan kemuliaan, kecuali orang yang serius puasanya," kata Ustaz Adi Hidayat dalam tayangan YouTube Adi Hidayat Official yang Grid.ID kutip, Kamis (26/2/2026).
Berikut 3 amalan utama yang jadi kurikulum ibadah Nabi Muhammad SAW:
1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Salat
Jangan hanya puas dengan salat fardu, usahakan tambah dengan salat sunnah. Ustaz Adi Hidayat menekankan pentingnya salat sunnah Rawatib yang jumlahnya 12 rakaat (2 rakaat sebelum Subuh, 4 sebelum Zuhur, 2 sesudah Zuhur, 2 sesudah Magrib, dan 2 sesudah Isya). Pahalanya dijanjikan dibangunkan satu rumah di surga.
Selain itu, maksimalkan salat sunnah mutlak dan salat Dhuha yang keutamaannya terbagi jadi tiga waktu:
- Awal Dhuha (Syuruq): Dikerjakan sekitar 1,5 jam setelah subuh (2 rakaat). Pahalanya senilai haji dan umrah sempurna.
- Pertengahan Dhuha: Sekitar jam 8-10 pagi (2-4 rakaat). Keutamaannya bisa mengganti kewajiban zikir seluruh sendi tubuh dan menghambat datangnya musibah.
| Source | : | Youtube |
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |