Grid.ID - Kontribusi Tasya Kamila sebagai alumni LPDP menuai kritik tajam dari publik. Istri Randi Bachtiar pun berikan tanggapan di media sosialnya.

Baru-baru ini, Tasya Kamila memamerkan kontribusinya sebagai alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tasya menyebutkan 7 poin pengabdiannya terhadap Indonesia setelah menyelesaikan kuliah S2 di Columbia University.

Salah satu poin yang disebutkan olehnya adalah 'melakukan gerakan akar rumput untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia' serta beberapa gerakan tentang isu lingkungan. Namun bukannya mendapat pujian, Tasya justru menuai banyak cibiran dari netizen.

Kontribusi Tasya Kamila terhadap negara dinilai tidak sebanding dengan biaya pendidikan yang didanai dari pajak masyarakat Indonesia. Pengabdiannya sebagai alumni LPDP bahkan disebut seperti program kerja anak BEM atau ibu-ibu PKK.

Salah satu kritikan yang dilontarkan oleh netizen akun @houseofya pun mendapat tanggapan dari mantan penyanyi cilik tersebut.

"Mba kok impactnya ga sebesar dana yg dikeluarkan yah? Ini lebih mirip prokeran EM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu² di lingkungan," tulis akun @houseofya.

Menjawab kritikan tersebut, Tasya mengaku dirinya belum bisa memenuhi ekspektasi semua orang sebagai seorang penerima beasiswa.

"Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan. Tapi aku sadar memang aku gak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang," tulisnya.

Lebih lanjut, Tasya Kamila mengaku sedih pengabdiannya dinilai tidak berdampak. Sebab menurutnya, gerakan akar rumput untuk lingkungan memang bisa dilakukan oleh siapa saja, namun harus ada inisiator untuk mengerjakannya.

"Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan. Kebetulan di tahun 2016, isu SDGs menjadi salah satu prioritas sehingga jurusan kuliahku menjadi salah satu yang diprioritaskan LPDP.

Gerakan-gerakan ini memang bisa dan justru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya. Harus pula ada yang menjembatani antara policymaker dan publik agar pesan tersampaikan sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan dan tujuan lingkungan terwujud."

Baca Juga: Profil Tasya Kamila, Artis yang Ikut Disorot karena Dapat Beasiswa LPDP, Kini Ungkap Pengabdiannya untuk Indonesia!

Halaman Selanjutnya

Source : Instagram
Penulis : Ayu Wulansari K
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna