Grid.ID - Seorang alumni LPDP viral usai pamerkan status anaknya yang sudah menjadi WNA Inggris hingga menuai banyak kritikan. Arie Kriting pun ikut buka suara berikan tanggapan, dirinya mengaku kesal.
Baru-baru ini, seorang wanita bernama Dwi Sasetyaningtyas atau akrab disapa Tyas, menjadi bahan perbincangan usai videonya viral. Tyas merupakan seorang alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Videonya yang memamerkan paspor anak sebagai Warga Negara Asing (WNA) Inggris menuai kritik tajam. Dalam pernyataannya, Tyas mengaku sangat bahagia telah mengubah nasib anaknya menjadi seorang WNA.
Tak hanya netizen, Arie Kriting pun turut kesal dengan pernyataan dari alumni LPDP tersebut. Arie mengaku rasa nasionalismenya jadi terusik karena pernyataan satu orang tersebut.
Pasalnya ucapan itu justru muncul dari seseorang yang hidupnya dibiayai oleh uang pajak warga Indonesia. Suami Indah Permatasari itu pun tidak terima negara Indonesia direndahkan olehnya.
"Betapa membingungkan hidup di negara ini. Baru kemarin rasa nasionalisme-ku terusik. Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita merendahkan negara ini," tulisnya dalam unggahan akun Instagram @arie_kriting.
Lebih lanjut, Arie Kriting menyinggung soal betapa mudahnya orang berkhianat kepada bangsanya sendiri hanya karena di negara ini terdapat banyak masalah.
"'Cukup aku yang WNI, anakku jangan'. Begitu katanya, membuat saya kesal juga. Memang kenapa kalau WNI? Hanya karena negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat," lanjutnya.
Komika 40 tahun itu pun mengaku tidak masalah jika anaknya sendiri selamanya menjadi WNI, terlebih jika bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Dirinya juga percaya bahwa selalu ada harapan untuk perubahan dan ia pun bangga menjadi bagian dari negara Indonesia ini.
"Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI. Kudoakan semoga dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang. Aku percaya selalu ada harapan untuk bangsa ini menjadi lebih baik lagi," tulisnya.
| Source | : | |
| Penulis | : | Ayu Wulansari K |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |