Grid.ID - Reza Rahadian menegaskan bahwa film terbarunya, Laut Bercerita, bukan tontonan berat seperti yang dibayangkan sebagian orang. Ia justru menyebut film ini dikemas dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan generasi muda.
Menurut Reza, banyak yang mengira film berlatar sejarah dan aktivisme akan terasa gelap serta serius. Namun ia memastikan pendekatan yang diambil jauh dari kesan tersebut.
“Fun banget filmnya, seru filmnya tuh. Bukan film yang very political dark gitu, enggak sama sekali,” tegas Reza Rahadian saat ditemui di Plaza Indonesia, Selasa (24/2/2026).
Keyakinan Reza bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa novel karya Leila S. Chudori yang menjadi dasar film ini sudah memasuki cetakan ke-116, angka yang tergolong luar biasa untuk karya sastra.
Menariknya, mayoritas pembeli novel tersebut berasal dari generasi Z. Hal itu membuat Reza semakin percaya bahwa adaptasi filmnya pun akan diterima dengan baik oleh anak muda.
“Pembelinya juga ternyata datang dari generasi Z,” katanya.
Reza menilai Gen Z memiliki rasa penasaran tinggi dan akses informasi yang luas berkat era digital. Dengan kepekaan membaca zaman, generasi ini dinilai mampu menangkap pesan yang disampaikan dalam cerita.
Ia pun berharap film Laut Bercerita bisa memberikan pengalaman emosional yang serupa dengan novelnya. Bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang persahabatan, cinta, dan harapan.
“Saya pribadi sangat optimis mudah-mudahan ini bisa resonate ke penonton Gen Z,” yakin Reza.
Film yang disutradarai Yosep Anggi Noen ini disebut Reza memiliki dinamika anak muda yang kuat. Ada sisi kekonyolan, kehangatan, dan semangat idealisme yang membuat ceritanya terasa hidup.
Reza kembali memerankan tokoh Biru Laut setelah sebelumnya tampil di versi film pendek. Ia mengaku punya kedekatan emosional dengan karakter tersebut.
Baca Juga: Dian Sastro dan Reza Rahadian Bicara Politik, Harapan, dan Gen Z di Film Laut Bercerita
| Penulis | : | Argia Melanie Pramesti |
| Editor | : | Desy Kurniasari |