Grid.ID – Dunia sinema baru saja menyaksikan sejarah baru. Nama Timothée Chalamet kini resmi tercatat dengan tinta emas sebagai aktor yang berhasil meraih piala Oscar untuk kategori Aktor Terbaik.
Pencapaian ini diraihnya lewat performa luar biasa dalam film Marty Supreme yang disutradarai oleh Josh Safdie. Menariknya, kemenangan ini juga menasbihkan dirinya sebagai salah satu pemenang Oscar termuda dalam sejarah kategori tersebut.
Perjalanan Karier dari Panggung Teater Hingga Film Peraih Oscar
Lahir pada 27 Desember 1995 di New York, Timothée Hal Chalamet memulai perjalanannya dari panggung teater dan peran-peran kecil di televisi.
Namun, namanya meledak secara global lewat film Call Me By Your Name (2017) karya Luca Guadagnino. Saat itu, di usia 22 tahun, kekasih Kylie Jenner itu sudah menjadi salah satu nomine termuda untuk kategori Aktor Terbaik Oscar.
Setelah itu, karier Chalamet melesat tanpa henti. Ia sukses membintangi film-film kritis seperti Lady Bird, Little Women, hingga sukses secara komersial lewat blockbuster global seperti Dune dan Wonka. Gaya aktingnya yang intens namun sensitif membuatnya menjadi aktor paling dicari oleh sutradara-sutradara kelas dunia.
Puncaknya terjadi di musim penghargaan 2026. Lewat film Marty Supreme, Chalamet tidak hanya memenangkan hati kritikus, tetapi juga menyapu bersih penghargaan bergengsi, mulai dari Golden Globe hingga Critics Choice Awards, sebelum akhirnya membawa pulang patung Oscar.
Peran yang Menguras Emosi di Marty Supreme
Dalam Marty Supreme, Timothée Chalamet bertransformasi menjadi Marty Mauser. Ia memerankan seorang pemuda ambisius yang memiliki mimpi besar namun selalu diremehkan oleh lingkungan sekitarnya.
Terobsesi pada kejayaan, Marty mendorong dirinya melampaui batas moral, menghadapi kegagalan demi kegagalan, hingga terjebak dalam konsekuensi gelap dari ambisinya sendiri.
Baca Juga: Sinopsis Marty Supreme, Kisah Sang Legenda Tenis Meja yang Dibintangi Timothée Chalamet
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Nesiana |