Grid.ID- Inilah profil Low Tuck Kwong, pemenang lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, bertajuk “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api”. Lukisan tersebut terjual dengan nilai fantastis dalam acara Imlek Partai Demokrat 2026.
Karya berukuran 130 cm x 80 cm itu dilelang di Djakarta Theater, Jakarta, pada Rabu (18/2/2026). Proses lelang berlangsung sengit dan diikuti sejumlah tokoh nasional.
Harga pembukaan dimulai dari Rp200 juta hingga akhirnya menembus Rp6,5 miliar. Pemenang lelang tersebut adalah keluarga konglomerat Low Tuck Kwong. Berikut profil Low Tuck Kwong, taipan tambang yang konsisten berada di jajaran orang terkaya Indonesia.
Lukisan Kuda Api SBY dan Maknanya
Lukisan tersebut menampilkan seekor kuda berwarna biru yang tengah berlari dengan surai oranye menyerupai kobaran api. SBY memilih tema Kuda Api karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2026 yang merupakan Tahun Kuda Api.
Menurut SBY, sebagaimana dikutip Tribunnews.com, Sabtu (21/2/2026), kuda melambangkan kekuatan, energi, determinasi, dan semangat untuk maju meraih keberhasilan besar. Meski bertema api, latar belakang lukisan didominasi warna biru yang merepresentasikan kedamaian, keteduhan, dan ketenangan.
SBY menjelaskan bahwa lukisan itu merupakan doa dan harapan agar bangsa Indonesia memiliki tekad sekuat kuda api dalam memajukan negeri, namun tetap hidup dalam suasana rukun dan damai. Seluruh hasil lelang didonasikan untuk membantu masyarakat prasejahtera, kaum Tionghoa yang membutuhkan, serta korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Proses lelang dipimpin Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN sekaligus Kepala BPOKK Demokrat, Ossy Dermawan. Sejumlah tokoh, termasuk Deddy Corbuzier, sempat bersaing ketat setelah membuka penawaran di angka Rp1 miliar. Namun, lukisan tersebut akhirnya jatuh ke tangan keluarga Low Tuck Kwong dengan nilai Rp6,5 miliar.
Profil Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia bisnis Indonesia. Dato’ Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948 dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 1992.
Ia memulai karier di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura sebelum pindah ke Indonesia pada 1972. Setahun kemudian, ia mendirikan PT Jaya Sumpit Indonesia (JSI) yang bergerak di bidang kontraktor pekerjaan sipil dan struktur.
| Source | : | Kompas.com,Tribunnews.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Desy Kurniasari |