Grid.ID - Kasus 13 perempuan asal Jabar yang jadi korban TPPO di NTT kini menjadi sorotan. Dedi Mulyadi kini ungkap kondisi korban.
Sebanyak 13 perempuan asal Jawa Barat diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sebuah pub di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Terbaru, Dedi Mulyadi beri respon soal kasus 13 perempuan asal Jabar yang jadi korban TPPO di NTT. Gubernur Jabar ungkap kondisi korban.
Setelah menerima laporan mengenai kasus tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, segera mengambil langkah cepat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun langsung melakukan koordinasi guna memulangkan 13 perempuan asal Jabar tersebut. Hal ini disampaikan sendiri oleh Dedi melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.
"Ada 13 perempuan asal Jawa Barat dan 1 orang asal Jakarta yang hari ini diselamatkan oleh Suster Ika di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar Dedi Mulyadi, dikutip Tribunjabar.id.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu turut memaparkan kondisi terkini para korban. Ia menyebut telah berbicara langsung dengan mereka, serta berkomunikasi dengan Suster Ika yang terlibat dalam proses penyelamatan di Sikka, NTT.
“Mereka (para korban) dipastikan dalam keadaan baik,” ungkapnya.
Dedi memastikan dalam pekan ini Pemprov Jabar akan segera memfasilitasi kepulangan mereka ke rumah masing-masing di Jawa Barat.
Dedi menjelaskan, peristiwa yang dialami para korban bermula dari rayuan pelaku yang menjanjikan pekerjaan dengan bayaran tinggi. Berdasarkan keterangan korban, mereka dijanjikan gaji besar.
Namun setibanya di lokasi, kenyataan yang dihadapi justru jauh dari harapan. Mereka dipaksa bekerja, menerima upah yang rendah, bahkan mengalami tindakan pelecehan seksual.
| Source | : | Kompas.com,TribunJabar.id |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |