Grid.ID – Drama dugaan mark up harga wakaf Al-Qur'an yang menyeret nama Taqy Malik kian memanas. Setelah sebelumnya pihak keluarga dan orang tua Taqy Malik pasang badan dan menyebut tuduhan tersebut adalah berita bohong, kini giliran Randy Permana yang melancarkan serangan balik.
Fotografer Indonesia yang menetap di Arab Saudi ini mengaku tak asal bicara. Tak tanggung-tanggung, Randy mengklaim memegang kartu As alias bukti yang bisa membungkam segala bantahan dari pihak sang influencer. Bukti tersebut berupa bukti fisik nota pembelian atau invoice belanja mushaf Taqy Malik di masa lalu.
Randy pun menanggapi santai tudingan orang tua Taqy yang menyebutnya penyebar hoaks. Ia justru menantang balik dengan data valid yang ia miliki.
"Ya enggak apa-apa (disebut hoaks). Kan saya punya data. Saya juga punya bukti pembelian mushafnya," kata Randy Permana dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment yang dikutip Grid.ID, Senin (16/2/2026).
Randy juga mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinyalah yang selama ini membantu Taqy mencarikan toko termurah di Madinah untuk memborong ribuan Al-Qur'an pada program-program sebelumnya. Oleh karena itu, ia merasa aneh jika dituduh berbohong soal harga pasaran.
"Karena kan dia beli mushaf kan sama teman-teman saya yang bantuin. Saya tahu semua. Apa yang saya hoaks-in? Saya kan share data. Fakta lapangan," tegasnya.
Lebih lanjut, Randy membocorkan bahwa ia menyimpan rapi bukti transaksi Taqy Malik tahun lalu. Ia merinci bagaimana Taqy awalnya mencari ratusan mushaf hingga akhirnya memborong 1.500 eksemplar melalui jalur koneksi Randy.
"Invoice-nya pun, nota pembelian pun saya pegang. Saya punya. Kalau perlu saya wawancarain toko yang dia beli, saya punya," tantang Randy.
"Dia beli di mana, dengan harga berapa. Kan dia yang tahun lalu butuh 500, 700 mushaf kan saya yang bantu nyariin di tempat toko langganan saya, dia beli. Saya kasih link. Akhirnya dia ngambil 1.500. Invoice-nya ada di saya," lanjutnya.
Adapun kisruh ini bermula saat Randy Permana menyentil harga wakaf Al-Qur'an Taqy Malik yang diduga dipatok sekitar 80 Riyal atau setara Rp 300 ribuan. Padahal, menurut Randy yang sudah 5 tahun tinggal di Saudi, harga pasaran mushaf wakaf cetakan Madinah di toko-toko sekitar Masjid Nabawi jauh lebih murah, yakni kisaran 30-40 Riyal.
Selain itu, muncul juga narasi pembelaan bahwa selisih harga atau margin keuntungan tersebut digunakan untuk operasional dan pembebasan lahan masjid Malikal Mulki. Namun, Randy tetap mempertanyakan transparansi tersebut.
"Ada yang bilang bahwa margin dari wakaf tersebut diperuntukkan juga untuk pembebasan lahan Masjid Malikal Mulki-nya. Ya buktinya sekarang masjidnya ke mana?" tandas Randy. (*)
| Source | : | Youtube |
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |