Grid.ID- Fenomena lubang raksasa yang muncul di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kian meluas dan memicu kekhawatiran warga. Beginilah kronologi munculnya lubang raksasa di Aceh.
Retakan tanah yang awalnya kecil kini berubah menjadi ngarai besar dengan luas lebih dari tiga hektare dan kedalaman sekitar 50 meter. Setiap hujan deras turun, ancaman longsor susulan semakin nyata.
Dikutip Kompas TV, pergerakan tanah di kawasan tersebut ternyata sudah terdeteksi sejak awal 2000-an. Dampaknya bukan hanya merusak lahan perkebunan, tetapi juga memutus akses jalan utama dan mengancam permukiman. Lebih lengkapnya, berikut kronologi munculnya lubang raksasa di Aceh yang kini ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah.
Kronologi Munculnya Lubang Raksasa
Munculnya lubang raksasa bermula dari retakan kecil di pinggir kebun warga Kampung Pondok Balik. Saat itu, tak banyak yang menyadari bahwa retakan tersebut merupakan tanda awal bencana geologi besar.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Tengah mencatat pergerakan tanah sudah terjadi sejak awal 2000-an. Pada 2004, lubang mulai melebar secara perlahan. Dua tahun berselang, tepatnya 2006, longsor besar memutus jalan penghubung Aceh Tengah–Bener Meriah.
Pemerintah kemudian membangun jalur alternatif untuk menjaga konektivitas antarwilayah. Namun, kronologi muncul lubang raksasa menunjukkan bahwa proses alam belum berhenti.
Pada periode 2013–2014, kondisi tanah semakin labil. Warga Kampung Bas Rempah akhirnya direlokasi ke Serempah Baru demi keselamatan.
Luasan lubang terus bertambah secara signifikan. Tahun 2021, luas area tercatat sekitar 20 ribu meter persegi. Hanya dalam satu tahun, angka tersebut melonjak menjadi 28 ribu meter persegi.
Hampir seluruh lahan perkebunan warga di sekitar titik lokasi kini habis tergerus longsor. Aktivitas pertanian dihentikan total, dan kawasan tersebut ditetapkan sebagai zona merah.
Puncak kronologi munculnya lubang raksasa terjadi setelah banjir bandang dan longsor besar melanda Aceh Tengah pada 26 November 2025. Debit air yang sangat tinggi mempercepat penggerusan tanah secara drastis.
Pertengahan Januari 2026, video kondisi terkini lokasi viral di media sosial. Saat itu, lubang belum menyentuh badan jalan utama. Namun dalam hitungan minggu, longsor kembali terjadi dan memutus akses jalan sepanjang 40–50 meter.
| Source | : | Kompas TV,Serambinews.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |