Grid.ID - Tahukah kamu apa saja makna memasang lampion saat perayaan Imlek 2026 mendatang? Salah satunya bisa sebagai simbol harapan dan awal yang baru.
Perayaan Tahun Baru Imlek selalu hadir dengan warna merah yang mendominasi sudut-sudut kota, rumah, dan tempat ibadah. Di tengah gemerlap kembang api dan aroma hidangan khas, lampion-lampion merah yang menggantung anggun menjadi salah satu simbol paling ikonik.
Saat perayaan Imlek 2026 yang menandai Tahun Kuda Api dalam kalender Tionghoa, kehadiran lampion bukan sekadar dekorasi, melainkan representasi nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, memasang lampion memiliki makna filosofis yang mendalam.
Cahaya yang terpancar dari lampion dipercaya membawa harapan, doa, dan energi positif bagi keluarga yang merayakannya. Oleh karena itu, setiap lampion yang dipasang seolah menjadi simbol harapan baru menyambut tahun yang lebih baik. Berikut makna memasang lampion saat perayaan Imlek.
1. Simbol Harapan dan Awal yang Baru
Lampion melambangkan cahaya yang menerangi kegelapan. Dalam konteks Tahun Baru Imlek, cahaya tersebut menjadi simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Memasang lampion berarti menyambut awal baru dengan optimisme dan semangat positif.
2. Doa untuk Keberuntungan dan Kemakmuran
Warna merah pada lampion dipercaya membawa keberuntungan (hoki) dan mengusir kesialan. Tradisi ini berkaitan dengan legenda tentang makhluk Nian yang takut pada warna merah dan cahaya terang. Karena itu, lampion menjadi simbol perlindungan sekaligus doa agar keluarga memperoleh rezeki dan kemakmuran sepanjang tahun.
3. Lambang Kebahagiaan dan Keharmonisan Keluarga
Lampion yang dipasang di rumah mencerminkan suasana hangat dan kebersamaan. Cahaya lembutnya melambangkan keharmonisan dalam keluarga. Dalam momen Imlek, ketika anggota keluarga berkumpul, lampion menjadi simbol kebahagiaan yang dibagikan bersama.
4. Ungkapan Rasa Syukur dan Penghormatan terhadap Tradisi
Baca Juga: Jelang Imlek 2026, Simak 5 Tips Menyimpan Kue Keranjang Agar Awet dan Tetap Enak
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Desy Kurniasari |