Grid.ID - Suara bedug Magrib adalah momen yang paling ditunggu-tunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Biasanya, segelas teh manis hangat menjadi primadona di meja makan untuk membatalkan puasa.

Namun, pernahkah bertanya-tanya, sebenarnya manakah yang lebih sehat bagi tubuh saat perut dalam kondisi kosong, langsung minum teh atau air putih dulu?

Ternyata, kebiasaan ini tidak boleh disepelekan, loh. Secara medis, teh memang memiliki segudang manfaat. Melansir dari sebuah studi di Inggris, teh disebut-sebut memiliki keunggulan tersendiri.

Dr. Ruxton, seorang ahli gizi kesehatan masyarakat mengungkapkan fakta mengejutkan. Menurutnya, mengonsumsi tiga cangkir teh dalam sehari bisa menjaga kesehatan lebih baik daripada sekadar minum air biasa.

Alasannya cukup kuat, teh tidak hanya menghidrasi tubuh, tetapi juga kaya akan antioksidan (flavonoid). Kandungan ini dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga kanker. Bahkan, minuman berkafein ini diklaim mampu memperkuat struktur tulang dan gigi.

Akan tetapi, tunggu dulu! Meskipun teh juara dalam hal antioksidan, meminumnya saat buka puasa dengan kondisi perut yang benar-benar kosong bisa menjadi bumerang. Saat azan Magrib berkumandang, perut berada dalam kondisi kering dan sensitif. Jika langsung diguyur dengan teh (apalagi yang pekat dan manis), risiko kenaikan asam lambung (GERD) akan meningkat drastis.

Kandungan kafein dalam teh dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Akibatnya, alih-alih segar, kamu malah bisa merasa mual, perih di ulu hati, atau kembung.

Lantas, mana yang garus didahulukan? Jawabannya adalah air putih.

Demi menjaga lambung tetap kalem, strategi terbaik adalah meminum segelas air putih hangat terlebih dahulu. Air putih bersifat netral, mampu menghidrasi sel-sel tubuh dengan cepat tanpa memicu reaksi asam di lambung.

Setelah membasahi tenggorokan dengan air putih dan menyantap sedikit takjil (kudapan ringan) untuk mengisi perut, barulah aman untuk menikmati secangkir teh hangat. Jika ingin tetap minum teh manis di awal, boleh saja, asalkan porsinya sedikit dan wajib diselingi dengan makanan agar asam lambung tidak naik.

Agar puasa makin berkualitas, makanan yang masuk ke tubuh saat berbuka haruslah yang fungsional. Makanan tersebut harus bisa:

Baca Juga: Jelang Ramadan 2026, Kenali Ciri-Ciri Kurma Berkualitas untuk Buka Puasa

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Penulis : Devi Agustiana
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#Bandung

#Okie Agustina

#ngawi

#dewi perssik

#Rizky Febian