Grid.ID - Aktivis, penyanyi, sekaligus pemeran asal Indonesia, Chiki Fawzi turut ambil bagian dalam film layar lebar berjudul Titip Bunda Di Surga-Mu pada tahun 2026. Meski hanya memiliki porsi adegan yang tidak banyak, ia tetap merasa bersyukur bisa terlibat dalam proyek tersebut.
Kesempatan bermain di film bergenre keluarga ini menjadi pengalaman berharga baginya. Ia pun mengaku senang bisa menjadi bagian dari cerita yang sarat makna keluarga.
"Masya Allah, bersyukur bisa dikasih kesempatan buat main di film ini. Film ini menarik banget, tayangnya juga pas banget pada saat Ramadan. Dan ini adalah film yang tepat untuk kalian tonton sama keluarga," ujarnya saat berada di Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Kamis (13/2/2026).
Proyek film ini juga terasa spesial karena menjadi pengalaman pertama baginya berada dalam satu produksi dengan sang ayah, Ikang Fawzi. Momen itu memberi kesan tersendiri meski keduanya tidak tampil dalam adegan yang sama.
Namun, Chiki menjelaskan bahwa mereka memang tidak memiliki scene bersama dalam cerita. Hal itu disebabkan jalur karakter yang ia perankan berbeda dengan tokoh sang ayah.
"Jadi sebenarnya aku tuh enggak ada scene bareng ayah di sini. Jadi di sini tuh peran aku sebagai sahabat pemeran utamanya, sahabatnya Acha Septriasa. Jadi di sini memang aku enggak ada satu scene sama ayah aku," katanya. Meski demikian, ia tetap merasa bangga bisa terlibat dalam film tersebut.
Cerita dalam film ini juga memberi kesan emosional bagi wanita berusia 37 tahun ini. Kisahnya membuat ia teringat pada sosok ibunda tercinta yang telah tiada.
"Pas aku baca script ini, aku tuh langsung kayak 'Ya Allah, ini tuh berat buat seseorang yang baru tiba-tiba ditinggal sama ibunya'. Tapi lewat film ini, aku berharap semoga bisa menjadi reminder buat semua anak-anak yang ketika ibunya masih ada di dunia tuh bisa mengoptimalkan waktu bersama dengan ibu kalian," tuturnya.
Chiki mengungkap bahwa ia sempat berdiskusi dengan ayahnya ketika keduanya sama-sama mendapat tawaran bermain di film tersebut. Mereka bahkan membedah naskah bersama untuk memahami cerita secara mendalam.
"Ngobrolin, jadi ketika ayah dapat tawaran ini dan aku dapat tawaran ini, kita bedah bareng-bareng script-nya. Berat sih, berat karena kayak seperti mengorek luka-luka yang emang belum kering," ungkapnya.
Pengalaman pribadi yang masih menyisakan duka membuat proses pendalaman peran terasa semakin nyata. Kenangan tentang sang ibu masih sangat terasa hingga sekarang.
Baca Juga: Potong Omongan Dewi Perssik, Chiki Fawzi Sebut Itu Bentuk Bela Diri
| Penulis | : | Gemma Ramadhina Zaneta |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |