Grid.ID- Menjelang Ramadan 2026, ucapan permintaan maaf kembali ramai beredar di media sosial dan grup percakapan. Fenomena ini kerap dianggap sebagai tradisi tahunan umat Islam sebelum memasuki bulan suci.

Tidak sedikit yang bertanya, apakah maaf-maafan jelang Ramadan 2026 memiliki dasar syariat atau hanya kebiasaan sosial? Dalam khasanah Islam, praktik saling memaafkan memang dianjurkan, tetapi tidak selalu dikaitkan dengan momentum tertentu.

Pertanyaan ini pernah dibahas dalam rubrik tanya jawab keislaman yang diasuh akademisi bidang perbandingan mazhab. Penjelasan tersebut menjadi relevan kembali untuk memahami hukum maaf-maafan jelang Ramadan 2026 secara proporsional.

Dalam pembahasan seputar Ramadan 2026, dijelaskan bahwa tidak ada tradisi khusus dari Nabi Muhammad SAW untuk meminta maaf di akhir bulan Sya’ban. Artinya, tidak ditemukan riwayat yang menyebutkan Rasulullah memiliki kebiasaan khusus bermaaf-maafan menjelang masuknya bulan puasa.

Tidak Ada Tradisi Khusus

Secara tegas disebutkan bahwa tidak ada sunnah Nabi yang secara spesifik memerintahkan permintaan maaf massal di akhir Sya’ban. Karena itu, praktik maaf-maafan jelang Ramadan 2026 tidak bisa dikategorikan sebagai ibadah khusus yang memiliki tuntunan tertentu.

Namun demikian, Islam sangat menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan antarsesama manusia. Dalam konteks ukhuwah islamiyah dan nilai humanisme, meminta maaf adalah kewajiban apabila seseorang merasa telah berbuat zalim atau bersalah kepada saudaranya.

Momentum Ramadan 2026 sering dimanfaatkan untuk membersihkan hati. Dalam tradisi tasawuf, memaafkan kesalahan lahiriah (dosa dhahiriyah) dipandang sebagai bagian dari sikap zuhud dan upaya menjaga kebersihan hati. Sementara itu, dosa batin seperti dengki, hasad, dan iri hati justru menjadi fokus utama yang harus dihilangkan.

Dalil Hadis tentang Kewajiban Meminta Maaf

Kewajiban meminta maaf memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi. Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan:

“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apa pun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari di mana tidak ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi.” (HR. Bukhari no. 2449).

Baca Juga: Tips Puasa Sehat dan Lancar bagi Penderita Asam Lambung, Ini Cara Cegah GERD Kambuh Saat Ramadan

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : Tribun Video,Tribun Sumsel
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Desy Kurniasari

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik