Grid.ID - Drama keluarga yang melibatkan penyanyi Denada masih menjadi sorotan publik. Setelah sekian lama menjadi teka-teki, Denada telah buka suara dan mengakui Ressa Rizky Rosano sebagai darah dagingnya.
Meski demikian, respons Ressa justru di luar dugaan. Ressa yang selama ini hidup terpisah dari sang ibunda itu mengaku memiliki perasaan campur aduk.
Ressa blak-blakan menyebut bahwa pengakuan di dunia maya saja tidak cukup untuk menebus waktu yang hilang selama puluhan tahun. Ia menegaskan bahwa dirinya mendambakan komunikasi personal, bukan perang status atau klarifikasi di media sosial.
Ressa merasa lega statusnya diakui, namun ada kekosongan yang hanya bisa diisi dengan pertemuan fisik.
"Ya Alhamdulillah senang ya, tapi kan Ressa juga ingin bertemu. Intinya ingin, ingin bertemu," kata Ressa Rosano dikutip Grid.ID dari TribunStyle.com.
Fakta lain juga terungkap ketika Ressa ditanya perihal kemungkinan tinggal bersama Denada pasca pengakuan ini. Ressa menolak opsi untuk tinggal serumah dengan Denada.
Ressa menyadari bahwa 24 tahun perpisahan telah menciptakan jurang emosional yang lebar. Ia merasa situasi akan menjadi canggung dan tidak nyaman jika harus memaksakan diri tinggal bersama secara mendadak.
"Kan Ressa sudah bilang, pasti rasanya akan berbeda, jadi Ressa enggak mau (tinggal bareng),” ungkapnya tegas.
Di tengah polemik hubungannya dengan sang ibu, Ressa pun menyimpan kerinduan mendalam terhadap saudara tirinya, Aisha, putri Denada dari pernikahannya dengan Jerry Aurum. Ketika ditanya soal keinginan bertemu Aisha, pemuda asal Banyuwangi itu antusias.
“Oh iya, pasti pengen. Kalau itu enggak usah ditanya lagi Kak, pasti pengen,” tuturnya.
Kini, Ressa menegaskan dirinya dalam posisi menunggu itikad baik sang ibu. Ia berharap Denada menghubunginya secara langsung, bukan lewat perantara media sosial.
Baca Juga: Terkuak Isi Chat Denada ke Ressa Usai Akui sebagai Anak, Pengacara Singgung Kebohongan
“Ya intinya Ressa menunggu. Sampai Ibu buka komunikasi,” beber Ressa.
| Source | : | Grid.ID,TribunStyle.com |
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Desy Kurniasari |