Grid.ID - Penyalahgunaan Whip Pink kembali menuai sorotan setelah muncul anggapan bahwa produk tersebut aman karena berlabel medical grade dikarenakan kegunaannya yang memang untuk membuat whip cream dalam industri makanan. Pernyataan ini memicu kekhawatiran sejumlah tenaga medis, termasuk dr Samuel.
dr. Samuel Sunarso Sp.P, selaku dokter spesialis paru menilai istilah medical grade kerap disalahartikan oleh masyarakat awam. Banyak yang menganggap label tersebut otomatis menjamin keamanan penggunaan tanpa batas.
Menurut Samuel medical grade tidak berarti bebas risiko. Label tersebut hanya menjelaskan standar kemurnian bahan untuk keperluan tertentu, bukan untuk konsumsi sembarangan.
“Kata medical grade sering bikin orang merasa ini pasti aman,” ujar Samuel, dikutip melalui tayangan Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (28/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa gas N2O dalam Whip Pink memang digunakan di dunia medis. Namun, penggunaannya harus melalui dosis, alat, dan pengawasan ketat tenaga kesehatan.
Tanpa pengawasan, gas tersebut justru dapat menimbulkan efek berbahaya. Salah satu risiko utama adalah kekurangan oksigen yang berdampak pada otak dan saraf.
Samuel menyebut sensasi euforia yang dirasakan pengguna sering menipu. Efek awal yang terasa ringan justru membuat orang lengah terhadap bahaya lanjutan.
“Masalahnya bukan di bahannya, tapi di cara pakainya,” kata Samuel.
Ia menambahkan bahwa di dunia medis, N2O selalu dikombinasikan dengan oksigen. Penggunaan tunggal tanpa oksigen dapat memicu hipoksemia atau penurunan kadar oksigen dalam darah.
Efek lanjutan dari kondisi tersebut bisa berupa pusing, mual, gangguan saraf, hingga kehilangan kesadaran. Dalam kasus ekstrem, kondisi ini dapat berujung fatal.
Samuel juga menyoroti fenomena media sosial yang memperparah kesalahpahaman. Tampilan estetika dan narasi aman dinilai memperkuat ilusi bahwa Whip Pink tidak berbahaya.
Baca Juga: Awalnya Coba-Coba Berujung Kecanduan, Ini Kisah Mantan Penyalahguna Whip Pink
“Ini yang membuat anak muda jadi berani coba-coba,” ujarnya.
| Source | : | YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo |
| Penulis | : | Argia Melanie Pramesti |
| Editor | : | Desy Kurniasari |