Grid.ID- Perayaan Imlek 2026 kembali menghadirkan beragam tradisi kuliner yang sarat makna, salah satunya mi panjang umur. Hidangan ini hampir selalu hadir di meja makan keluarga Tionghoa saat Tahun Baru Imlek tiba.

Mi panjang umur bukan sekadar sajian biasa, melainkan simbol doa dan harapan akan kehidupan yang panjang serta kesehatan yang berkelanjutan. Panjangnya mi dipercaya merepresentasikan usia yang panjang dan kehidupan yang utuh.

Karena itulah, mi ini dibuat lebih panjang dari mi pada umumnya dan tidak dipotong. Di momen imlek 2026, tradisi menyantap mi panjang umur kembali menjadi pengingat nilai kehidupan yang dijunjung tinggi sejak ribuan tahun lalu.

Mi Panjang Umur, Hidangan Wajib Perayaan Imlek

Mi panjang umur dikenal sebagai hidangan wajib dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Selain Imlek, makanan ini juga kerap disajikan saat ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan khusus lainnya.

Dikutip Tribunnews.com, Sabtu (24/1/2026), harapan utama dari penyajian mi panjang umur adalah agar seseorang diberi umur panjang dan kesehatan yang baik. Di sejumlah daerah, mi ini dibuat sangat panjang dan disajikan utuh tanpa terputus sebagai simbol kesinambungan hidup.

Dikutip dari Asia Tatler, hidangan khas Kanton ini telah lama menjadi pilihan utama untuk merayakan momen istimewa. Tradisi tersebut terus bertahan hingga kini dan masih dijalankan oleh masyarakat Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia, terutama menjelang imlek 2026.

Secara tradisional, mi panjang umur disajikan menggunakan i fu mie atau yi mein yang dimasak dalam kuah, lengkap dengan daging kepiting. Pemilihan i fu mie bukan tanpa alasan. Jenis mi ini dikenal memiliki harga lebih mahal dibandingkan mi lainnya, sehingga dianggap layak untuk momen perayaan penting.

Pelengkap berupa daging kepiting juga dipandang sebagai bahan premium, khususnya oleh generasi yang lebih tua. Kombinasi ini mencerminkan penghormatan dan doa terbaik bagi orang yang merayakan momen spesial, termasuk saat imlek 2026 yang identik dengan harapan baru.

Asal Usul Mi Panjang Umur dari Dinasti Han

Tradisi mi panjang umur dipercaya bermula pada masa Dinasti Han, yang memerintah dari 202 Sebelum Masehi hingga 9 Masehi. Dikutip dari Kompas.com, kisahnya berawal dari percakapan Kaisar Wu dengan para menterinya mengenai philtrum, yaitu jarak antara hidung dan mulut. Kaisar Wu berpendapat bahwa setiap satu sentimeter philtrum melambangkan usia 100 tahun.

Pendapat tersebut ditertawakan oleh salah satu menterinya, Dong Fangshou, yang membayangkan betapa panjang wajah Peng Zu, sosok legendaris yang dipercaya hidup hingga 833 tahun. Meski dianggap keliru, pemikiran Kaisar Wu justru berkembang menjadi simbolisme yang bertahan hingga kini.

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,Tribunnews.com
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik