Grid.IDMemahami arti dan filosofi Cap Go Meh. Ternyata jadi puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan Imlek 2026.

Perayaan Cap Go Meh merupakan bagian dari tradisi sekaligus rangkaian penutup dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Cap Go Meh dilaksanakan pada hari ke-15 di bulan pertama kalender Imlek.

Biasanya, perayaan ini diisi dengan beragam tradisi khas budaya Tionghoa. Namun, apa sebenarnya makna dan tujuan dari perayaan Cap Go Meh?

Apa Itu Cap Go Meh?

Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti “malam kelima belas”. Dikutip dari binus.ac.id, kata Cap Go berarti angka 15, sedangkan Meh berarti malam, sehingga Cap Go Meh merujuk pada perayaan yang berlangsung pada malam ke-15.

Dalam rangkaian Imlek, Cap Go Meh dipandang sebagai momen penting karena menjadi simbol puncak sekaligus penutup perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi ini berakar dari budaya Tionghoa yang dikenal dengan nama Yuan Xiao Jie, yang berarti Festival Lampion atau Lentera.

Pada masa lampau, Cap Go Meh dimaknai sebagai ritual penghormatan kepada Dewa tertinggi Dinasti Han, yakni “Thai Yi”, yang dilakukan oleh para biksu Buddha. Ritual penghormatan tersebut dilakukan dengan membawa lentera sebagai bagian dari upacara, yang telah berlangsung sejak 206 sebelum Masehi.

Awalnya, perayaan ini hanya diperuntukkan bagi lingkungan Dinasti Han, hingga akhirnya berkembang dan dirayakan secara terbuka setelah masa dinasti tersebut berakhir. Di berbagai daerah, Cap Go Meh juga diramaikan dengan pawai atau arak-arakan.

Perayaan ini umumnya dimeriahkan oleh pertunjukan barongsai serta iring-iringan patung naga. Cap Go Meh juga dipercaya sebagai ritual tolak bala atau pembersihan jalan.

Tujuannya adalah untuk mengusir serta menghalau roh-roh jahat agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat.

Makna dan Tujuan Perayaan Cap Go Meh

1. Penutup Rangkaian Imlek

Halaman Selanjutnya

Source : tribunnews,binus.ac.id
Penulis : Fidiah Nuzul Aini
Editor : Fidiah Nuzul Aini

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik