Grid.ID - Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Selain identik dengan barongsai, lampion merah, serta tradisi berbagi angpau, Imlek juga lekat dengan sajian kuliner yang sarat makna filosofis.

Salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja makan saat Imlek adalah ikan. Sajian ikan bukan sekadar pelengkap, melainkan simbol doa dan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.

Filosofi Ikan dalam Budaya Tionghoa

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, ikan melambangkan kemakmuran, kelimpahan rezeki, dan keberuntungan. Hal ini berasal dari pengucapan kata ikan dalam bahasa Mandarin, yakni yú atau yoo, yang terdengar serupa dengan kata yang berarti “berlebih” atau “surplus”.

Filosofi tersebut mengandung harapan agar rezeki yang diperoleh sepanjang tahun tidak hanya cukup, tetapi juga berlimpah dan tersisa hingga akhir tahun. Karena itulah, ikan menjadi hidangan wajib saat perayaan Imlek.

Menariknya, tidak semua jenis ikan boleh disajikan. Pemilihan ikan, cara memasak, hingga penyajiannya memiliki aturan tersendiri yang berkaitan dengan makna simbolis.

Jenis Ikan yang Sering Disajikan Saat Imlek

Mengutip China Highlights, ikan yang dipilih saat Imlek biasanya didasarkan pada kesamaan bunyi (homofon) dengan kata-kata bermakna positif dalam bahasa Mandarin. Berikut tiga jenis ikan yang umum disajikan kala Imlek dan mudah ditemukan di Indonesia:

1. Ikan Lele

Dalam pelafalan bahasa China, ikan lele terdengar seperti nián yú yang bermakna “tahun yang berlebih” atau “surplus sepanjang tahun”.

Oleh karena itu, ikan lele dipercaya membawa harapan agar kehidupan di tahun mendatang dipenuhi kecukupan dan kemakmuran.

Baca Juga: Sambut Imlek 2026, Ini 5 Buah yang Paling Identik dan Sarat Makna Keberuntungan

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,China Highlights
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik