Grid.ID – Kabar duka datang dari keluarga pengusaha Henry Pribadi. Sang cucu yang baru berusia 17 tahun meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bermain ski di Jepang.
Lahir di keluarga konglomerat, kepribadian Rylan Henry Pribadi diungkap Sang ibu. Dibalik hidupnya yang bergelimang harta, Rylan justru dikenal karena kesederhanaannya yang luar biasa.
Dalam upacara penghormatan terakhir yang mengharukan, sang ibu, Jackie Pribadi, membongkar sisi lain putranya yang jarang diketahui publik. Rylan digambarkan sebagai remaja yang sangat menghargai nilai uang dan enggan memamerkan kekayaan keluarganya.
Salah satu cerita yang paling menyentuh hati para pelayat adalah cara Rylan menghargai barang-barang miliknya. Meski mampu membeli barang branded terbaru setiap saat, Rylan justru memilih menggunakan apa yang dia punya hingga benar-benar tidak bisa dipakai lagi.
"Dia adalah anak yang sangat sederhana. Dia tahu nilai uang dan sangat nyaman dengan siapa dirinya. Dia tidak pernah merasa perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun," ungkap Jackie Pribadi dalam pidato perpisahannya seperti dikutip Grid.ID dari kanal Youtube Atoe Mtvm, Sabtu (17/1/2026).
Jackie menceritakan bagaimana Rylan sangat mencintai sepatu bolanya. Alih-alih meminta yang baru saat mulai rusak, remaja berusia 17 tahun itu justru memperbaikinya sendiri.
"Lemari pakaiannya, sepatu bolanya, Birkenstock-nya (sandal), dia akan memakainya sampai benar-benar hancur. Dia bahkan harus melakban sepatu bolanya agar tetap menyatu," lanjut Jackie dengan suara bergetar.
Bahkan, saking lamanya memakai sandal kesayangannya, potongan-potongan gabus dari sandal tersebut seringkali berjatuhan di lantai saat Rylan berjalan.
Kesederhanaan Rylan ternyata bukan hanya soal materi, tapi juga sikap. Jackie menceritakan momen saat Reza Pribadi (ayah Rylan) terkejut ketika kepala sekolah di Brisbane Grammar School memuji video-video berkualitas yang dibuat Rylan untuk asrama.
Sang ayah bahkan tidak tahu bahwa putranya memiliki bakat tersebut karena Rylan tidak pernah memamerkannya di rumah.
"Rylan melakukan sesuatu hanya karena menurutnya itu benar, bukan untuk pengakuan," tambah sang ibu.
| Source | : | Youtube Atoe Mtvm,Facebook Peter F. Gontha |
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Desy Kurniasari |