Grid.ID - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, tradisi kuliner masyarakat Tionghoa kembali menjadi sorotan. Beragam hidangan khas disiapkan bukan semata untuk disantap, tetapi juga sebagai simbol doa dan harapan.
Dalam budaya Tionghoa, makanan dipercaya membawa energi positif untuk menyongsong tahun yang baru. Setiap sajian memiliki makna khusus yang berkaitan dengan rezeki, kesehatan, keharmonisan, dan kebahagiaan.
Karena itu, menu Imlek tidak dipilih secara sembarangan. Imlek 2026 kembali dirayakan dengan sajian-sajian yang diyakini membawa keberuntungan dan kemakmuran.
Mulai dari buah, kue, hingga makanan utama, semuanya diyakini menyimpan doa bagi keluarga yang merayakannya. Berikut rangkaian makanan pembawa keberuntungan Imlek 2026 berdasarkan tradisi yang masih dijaga hingga kini.
Jeruk
Jeruk hampir tidak pernah absen dalam perayaan Imlek 2026. Warna oranye cerah pada jeruk melambangkan emas dan kekayaan dalam tradisi Tionghoa. Dikutip dari Tribun Pontianak, Rabu (14/1/2026), buah ini juga dipercaya memancarkan energi positif yang identik dengan kebahagiaan dan keberuntungan.
Menjelang Imlek, jeruk kerap dijadikan parcel, hantaran, atau suguhan utama di rumah. Memberikan jeruk kepada orang lain dimaknai sebagai doa agar penerimanya memperoleh rezeki dan kehidupan yang sejahtera sepanjang tahun.
Dumpling atau Pangsit
Dumpling atau pangsit menjadi hidangan yang sangat identik dengan Imlek 2026, khususnya saat malam pergantian tahun. Bentuknya menyerupai uang China kuno atau batangan emas, sehingga dianggap melambangkan kemakmuran.
Pangsit biasanya disantap bersama keluarga sebagai simbol harapan akan rezeki berlimpah. Dalam kepercayaan Tionghoa, menikmati pangsit saat Imlek dipercaya membawa keberuntungan sepanjang tahun.
Ikan Kukus
Baca Juga: Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah? Tak Hanya soal Keberuntungan, Ternyata Ada Alasan Lainnya
| Source | : | Kompas.com,Tribun Pontianak |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Desy Kurniasari |