Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi ingin hutan produksi ditiadakan menyita perhatian publik. Ya, hal ini usai ia tahu 7 ribu hektar lahan yang masih tersisa ternyata tidak selalu ada pohonnya.

Usut punya usut, aksi Dedi Mulyadi ingin hutan produksi ditiadakan lantaran belakang banyak bencana alam terjadi. Dimana hal itu juga disebabkan gegara banyaknya lahan yang gundul.

Itulah sebabnya, gubernur Jawa Barat itu menyatakan pelarangan penebangan pohon di kawasan hutan produksi di wilahnya. Hal itu dilakukan Dedi demi melindungi sisa tutupan hutan yang sudah menipis.

"Jadi gini, pohon-pohon ini ada di kawasan hutan produksi.

Nah, tetapi oleh saya enggak boleh ditebang hari ini dan itu dikatakan sebagai pohon abadi," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Rabu (24/12/2025).

Lebih lanjut, Dedi juga menyinggung soal langkah untuk rehabilitasi hutan yang memerlukan biaya cukup besar. Bahkan meski sudah dananya sudah disiapkan.

"Karena biaya rehabilitasi lebih mahal dari beli pohon. Mulai tahun anggaran 2026 sudah kita siapkan," imbuh Dedi Mulyadi.

Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi ingin hutan produksi juga ditiadakan di Jawa Barat. Ya, hal ini lanatran luas hutan yang tersisa pun sudah tak memadai.

"Saya menginginkan enggak usah ada hutan produksi.

Sudah, karena kan hutannya sudah tinggal 700.000 hektar," ungkap Dedi Mulyadi dikutip dari TribunJabar.id.

Data luas hutan yang tercantum dalam peta pun diurai Dedi Mulyadi tidak bisa mencerminkan kondisi di lapangan. Pasalnya, dari setiap lahan tidak semuanya ada pohonnya.

Baca Juga: Teras Cihampelas Dibongkar, Dedi Mulyadi Dukung Aksi Pemerintah Kota Bandung, Ini Alasannya

Halaman Selanjutnya

Source : TribunJabar.id,KOMPAS.com
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia