Grid.ID - Berikut ini profil Prasanti Widyasih Sarli, dosen ITB (Insitut Teknologi Bandung). Ia masuk dalam Asian Scientist 100 hingga berbagai penghargaan lainnya.

Prasanti Widyasih Sarli menjadi salah satu akademisi yang telah berhasil meraih prestasi internasional. Ia masuk ke dalam daftar Asian Scientist 100 pada tahun 2025.

Perlu diketahui, setiap tahunnya sejak 2016, Asian Scientist Magazine mempublikasikan 100 nama peneliti, akademisi, inovator serta pemimpin bisnis dari berbagai disiplin ilmu. Di tahun 2025 ini, nama Prasanti Widyasih muncul menjadi salah satunya.

"Sarli menerima Penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2024 atas penelitiannya yang berbasis kecerdasan buatan dalam menilai kerentanan gempa bumi pada bangunan perkotaan. Karyanya membantu pemerintah dalam merancang bangunan tahan bencana, mengurangi risiko dan korban jiwa yang terkait dengan peristiwa seismik," bunyi keterangan di situs Asian Scientist 100, dikutip dari Kompas.com.

Profil Prasanti Widyasih Sarli

Prasanti Widyasih Sarli, S.T., M.T., Ph.D. merupakan dosen ITB. Ia menamatkan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di ITB pada tahun 2010.

Kemudian ia meneruskan S2 pada prodi yang sama di ITB dan lulus pada tahun 2012. Tiga tahun kemudian, Asih, nama panggilannya berhasil meraih gelar PhD dari University of Tokyo dalam bidang Materials Science and Engineering.

Ia kemudian kembali ke ITB dan meniti karier sebagai akademisi sejak 2017. Sebelumnya, Asih juga meraih prestasi membanggakan.

Dilansir dari Kompas.com, tepatnya pada November 2024, ia dianugerahi penghargaan For Women in Science (FWIS) 2024 L’Oréal-UNESCO 2024. FWIS mengapresiasi peneliti muda perempuan berbakat yang mengembangkan inovasi ilmiah dan berkontribusi pada masyarakat.

Director of Corporate Responsibility, L’Oréal Indonesia, Mohammad Fikri Alhabsie mengatakan, melalui program filantropi yang sudah berjalan selama 21 tahun ini, tidak hanya memberikan pendanaan kepada para peneliti perempuan tetapi juga menawarkan berbagai dukungan seperti pelatihan, mentoring, dan kesempatan berjejaring untuk meningkatkan kemampuan mereka. Setiap tahun penerima penghargaan akan diberikan dana sebesar Rp 100 juta.

"Setiap tahun, program ini memberikan dana sebesar Rp 100 juta untuk masing-masing dari empat penerima penghargaan terpilih, dua dari life science, dua dari non life science yang sudah dipilih oleh 8 dewan juri," ungkap Fikri, dikutip dari Warta Kota.

Baca Juga: Profil Aira Yudhoyono, Putri AHY yang Jadi Sorotan saat Hadiri Wisjur TNI dan Akpol, Diduga Dekat dengan Rizky Bantayan

Halaman Selanjutnya

Source : Instagram,Kompas.com,Warta Kota
Penulis : Ines Noviadzani
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik