Grid.ID - Angka PHK di Jabar beberapa waktu lalu sempat ramai jadi sorotan. Pasalnya PHK di Jabar rupanya tembus hingga 15.657 kasus yang membuat Dedi Mulyadi ditanyai alasan di baliknya.

Pasalnya, angka PHK di Jabar itu masuk dalam hal yang harusnya juga diperhatikan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat. Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara.

Ya, pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jabar disebut Dedi terjadi tak lepas dari pengaruh jumlah industri dan populasi penduduk yang besar. Sepanjang kurun waktu Januari-Oktober 2025, angka PHK di Jabar mencapai 15.657 kasus.

Hal itu pun diungkap Dedi membuat angkanya terlihat besar karena perusahaan yang berada di Jabar juga lebih banyak di banding daerah-daerah lain.

"Bahwa PHK memang kan kalau Jawa Barat itu kan jumlah perusahaannya banyak. Karena jumlah perusahaannya banyak.

Otomatis kalaupun ada PHK angkanya pasti tinggi, beda dengan daerah yang perusahaannya sedikit," ungkap Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Selasa (2/12/2025).

Kendati demikian, Dedi sudah mencoba mendorong Pemprov Jabar untuk pecepatan industri. Yang mana hal itu diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru dalam jumlah lebih besar.

Dedi juga memberikan contoh saat ini di Jabar ada perusahaan asal China yang yang melakukan groundbreaking pabrik baru di Kabupaten Karawang. Alhasil hal itu diperkirakan bisa menyerap sampai 3 ribu pekerja.

Tak berhenti sampai di situ, terdapat pula investasi perusahaan lain yang mengarah ke Sukra, Kabupaten Indramayu.

Dimana akan ada proyek proyek 1.000 hektar dan kebutuhan tenaga kerja lebih dari 20 ribu orang.

"Tadi malam saya bertemu lagi ada perusahaan dari Tiongkok juga akan membangun di kawasan Sukra, jumlahnya 1.000 hektar.

Nanti rekrutmen karyawannya lebih dari 20.000 orang. 15.000 itu nanti ke depan akan ter-recovery dengan tumbuhnya lapangan kerja baru," imbuh Dedi Mulyadi.

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,Tribunnews.com
Penulis : Siti M
Editor : Siti M

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#Rizky Febian