Grid.ID- Hong Kong memasuki masa berkabung nasional setelah kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po pada Rabu (26/11/2025). Tragedi ini  menelan 128 korban jiwa, termasuk 7 WNI dan sekitar 200 orang masih hilang. Beginilah kronologi 7 WNI meninggal dunia dalam kebakaran apartemen di Hong Kong.

Kebakaran ini tercatat sebagai insiden kebakaran paling mematikan dalam 70 tahun terakhir. Di antara korban tewas, terdapat tujuh pekerja migran Indonesia yang menjadi bagian dari luka mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Pemerintah Hong Kong menetapkan masa berkabung tiga hari, sementara berbagai institusi termasuk KJRI Hong Kong dikerahkan untuk penanganan lanjutan. Proses identifikasi korban menjadi tantangan karena banyak jenazah mengalami luka bakar parah. Tragedi ini membuka sorotan besar terhadap dugaan kelalaian konstruksi dan keselamatan renovasi di kawasan hunian tersebut.

Kronologi 7 WNI Meninggal Dunia dalam Kebakaran Apartemen

Dikutip dari Tribun Jambi, Minggu (30/11/2025), kronologi 7 WNI meninggal bermula ketika api pertama kali terlapor pada Rabu pukul 14.51 waktu setempat. Hanya dalam hitungan menit, kebakaran meningkat menjadi alarm No. 5, level darurat tertinggi dalam sistem penanganan kebakaran Hong Kong.

Menurut laporan SCMP, api menjalar cepat ke tujuh dari delapan blok apartemen yang sedang menjalani renovasi sejak Juli 2024. Bahan styrofoam pada fasad bangunan diduga mempercepat rambatan api secara masif hingga tidak terkendali.

Ratusan penghuni, termasuk pekerja migran, berlarian untuk menyelamatkan diri. Tim pemadam kebakaran berjibaku menembus kepulan asap pekat, namun satu petugas pemadam turut menjadi korban jiwa. Sebanyak 79 orang mengalami luka serius, termasuk 12 petugas pemadam yang menerima perawatan intensif akibat upaya penyelamatan ekstrem.

KJRI Hong Kong kemudian memastikan terdapat tujuh WNI yang meninggal dunia, seluruhnya perempuan dan bekerja di sektor domestik. Satu WNI lain dilaporkan berada dalam kondisi stabil di rumah sakit, sementara satu telah dipulangkan.

Dari total 140 WNI/PMI yang bekerja di pemukiman Wang Fuk Court, baru 61 orang dipastikan selamat atau telah teridentifikasi. Sisanya, sebanyak 79 WNI masih menunggu proses verifikasi keberadaan.

Pada hari keempat pascakebakaran, bau material hangus masih tercium di Distrik Tai Po, sementara tim Disaster Victim Identification (DVI) sudah mulai memasuki zona terdampak.

Sebelumnya, zona tersebut dinyatakan terlarang untuk mengidentifikasi 89 jenazah yang belum terverifikasi. Proses ini menjadi prioritas karena tingkat luka bakar tinggi membuat banyak korban sulit dikenali, seperti disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.

Respons Pemerintah

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,Tribun Jambi
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik