Grid.ID - Banyak pasangan bertanya-tanya bagaimana sebuah pernikahan bisa bertahan puluhan tahun dan tetap terlihat bahagia. Fenomena ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kebiasaan positif yang terus dipupuk setiap hari.
Riset menunjukkan bahwa pernikahan yang langgeng memiliki pola yang serupa meskipun karakter tiap pasangan berbeda. Kebiasaan-kebiasaan itu ternyata sederhana, namun membutuhkan konsistensi, kejujuran, dan kedewasaan emosional.
Dari komunikasi sampai rasa saling menerima, ada lima faktor utama yang menjadi fondasi pernikahan panjang usia. Dikutip dari Marriage.com, Selasa (18/11/2025), berikut beberapa faktor tersebut tersebut berdasarkan temuan ilmiah dan pandangan psikolog.
Faktor yang Memperpanjang Usia Pernikahan
1. Komunikasi yang Jujur dan Terbuka
Sebuah studi dari Cornell University menunjukkan bahwa komunikasi adalah kunci nomor satu dari pernikahan yang bertahan lama. Penelitian tersebut melibatkan hampir 400 responden berusia 65 tahun ke atas yang sudah menjalani hubungan atau pernikahan selama lebih dari 30 tahun.
Mayoritas dari mereka menyatakan bahwa sebagian besar masalah rumah tangga dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka. Bahkan, responden yang pernikahannya gagal mengakui bahwa kurangnya komunikasi menjadi pemicu utama keretakan hubungan.
Pasangan yang bahagia tidak mengandalkan kebohongan, tuduhan, atau menghina satu sama lain. Mereka tidak melakukan stonewalling, pasif-agresif, atau saling menyalahkan.
Mereka memandang diri sebagai satu kesatuan. Apa yang memengaruhi satu pihak akan memengaruhi yang lain. Bagi mereka, menjaga kesehatan hubungan jauh lebih penting daripada mencari siapa yang benar atau salah.
2. Komitmen yang Tidak Bersyarat
Penelitian Cornell yang sama menemukan bahwa komitmen adalah elemen penting dalam pernikahan yang panjang. Para lansia dalam studi tersebut melihat pernikahan bukan hanya sebagai hubungan berbasis gairah, tetapi sebagai disiplin yang harus dihormati. Mereka meyakini bahwa pernikahan layak diperjuangkan, bahkan ketika hal itu menuntut pengorbanan jangka pendek demi kebahagiaan jangka panjang.
| Source | : | marriage.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |