Grid.ID - Ternyata ini beberapa tips sembuh dari luka akibat kekerasan verbal dalam pernikahan yang harus kamu ketahui. Salah satunya kerap diabaikan oleh korbannya.
Hal tidak terduga kerap terjadi dalam kehidupan setelah menikah. Tak terkecuali dengan kebiasaan pasangan yang mungkin sebelumnya belum kita tahu.
Salah satunya yang kerap terjadi adalah seseorang yang secara tidak sadar telah melakukan kekerasan verbal terhadap pasangannya. Kekerasan verbal merupakan kekerasan yang dilakukan menggunakan kata atau ucapan.
Jika kekerasan fisik melibatkan fisik atau senjata, kekerasan verbal melibatkan ucapan yang menyakiti hati. Misalnya membentak, memaki, mengejek, hingga melontarkan hinaan.
Tak sedikit dari pasangan suami istri yang terus hidup dalam bayang-bayang kekerasan verbal tanpa bisa berbuat apa-apa. Padahal dampaknya bisa berjangka panjang, terutama pada mental dan batin korbannya. Lantas bagaimana cara sembuh dari hal tersebut?
1. Beri Kesadaran untuk Diri Sendiri
Langkah pertama yang kerap diabaikan untuk pulih adalah dengan menyadari bahwa kekerasan verbal yang terjadi bukan karena kesalahanmu. Hal ini tak lain karena pelaku kerap membuat korbannya merasa bersalah atau layak disakiti.
Kesadaran ini penting agar kamu tidak terus menyalahkan diri sendiri dan membiarkan keadaan menjadi semakin parah. Hilangkan anggapan ini dan percaya bahwa akan ada penyelesaian dari sebuah masalah.
2. Cari Dukungan dari Orang Terpercaya
Jika kesulitan untuk menghadapi semuanya sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain. Terutama orang-orang atau pihak yang memang kamu percaya.
Jangan ragu untuk menceritakan pengalamanmu kepada teman dekat, keluarga, atau konselor. Dukungan sosial akan membantu kamu merasa aman dan tidak sendirian.
Baca Juga: Inilah 10 Tanda Istri Abusif dalam Pernikahan yang Jarang Disadari
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Irene Cynthia |