Grid.ID - Gaslighting dalam pernikahan adalah bentuk manipulasi emosional yang paling halus namun berbahaya. Seseorang dapat merasa kehilangan kepercayaan diri, ragu terhadap persepsinya sendiri, dan akhirnya bergantung pada pelaku manipulasi.
Kondisi ini sering kali membuat korban merasa “gila”, padahal mereka sedang terperangkap dalam permainan psikologis yang sistematis. Dalam konteks pernikahan, gaslighting bisa menghancurkan komunikasi, keintiman, bahkan kesehatan mental pasangan.
Untuk keluar dari lingkaran ini, kesadaran dan keberanian adalah langkah pertama. Terapi atau konseling juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan agar korban dapat kembali menemukan kendali atas diri dan hubungan mereka.
Mengutip Marriage.com, Rabu (5/11/2025), langkah awal untuk mengatasi gaslighting dalam pernikahan adalah dengan mengenali teknik manipulasi yang digunakan oleh pasangan. Pelaku sering kali membalikkan fakta, memutarbalikkan kata-kata, atau membuat pasangannya merasa bersalah atas sesuatu yang tidak mereka lakukan.
Semakin cepat korban menyadari pola ini, semakin mudah pula untuk menghindari jebakan emosional yang menghancurkan harga diri. LMHC Grady Shumway menjelaskan bahwa kunci menghadapi gaslighting adalah mempercayai persepsi dan perasaan sendiri.
Dalam situasi seperti ini, penting untuk menetapkan batasan yang tegas kepada pasangan yang melakukan gaslighting. Dukungan dari teman, keluarga, atau terapis sangat dibutuhkan agar korban tidak merasa sendirian dalam menghadapi tekanan emosional tersebut.
Menjaga jarak dari hubungan yang beracun juga perlu dilakukan. Dengan begitu, korban bisa mulai memulihkan rasa percaya diri dan keseimbangan emosionalnya.
Terapi atau konseling berperan besar dalam membantu korban gaslighting dalam pernikahan. Seorang terapis yang profesional dapat menilai situasi secara objektif, membantu mengenali tanda-tanda manipulasi, serta mengajarkan keterampilan menghadapi konflik tanpa kehilangan jati diri.
Melalui sesi terapi, korban dapat belajar bernegosiasi dengan pasangan dan memperkuat batas pribadi. Jika perlu, mengambil keputusan untuk meninggalkan hubungan yang sudah terlalu destruktif.
Beberapa langkah penting yang perlu diingat dalam menghadapi gaslighting antara lain: waspada terhadap perilaku yang merendahkan, jangan mengambil manipulasi tersebut secara pribadi, dan hindari memaksa pelaku untuk berubah tanpa bantuan profesional. Selain itu, penting untuk memiliki sistem dukungan yang kuat dan menjaga harga diri agar tetap berpijak pada realitas sendiri.
Seperti disimpulkan oleh Grady Shumway, inti dari menghadapi gaslighting dalam pernikahan adalah melindungi kesehatan mental dan emosional. Dengan menegakkan batas yang tegas, mempercayai realitas diri sendiri, dan menolak perilaku manipulatif, seseorang dapat kembali menemukan kekuatan dan harga dirinya.
Bila diperlukan, menjauh dari hubungan beracun menjadi langkah terbaik untuk menjaga kewarasan dan kesejahteraan batin. Gaslighting dalam pernikahan memang bisa menghancurkan, tetapi dengan kesadaran dan tindakan tegas, seseorang dapat bangkit, memulihkan jati diri, dan memulai kehidupan yang lebih sehat secara emosional. (*)
| Source | : | marriage.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Winda Lola Pramuditta |