Grid.ID - Cryptocurrency kini menjadi instrumen investasi yang semakin diminati di negara-negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Banyak generasi muda memilih Bitcoin karena dianggap menjanjikan dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Asumsi ini turut diperkuat oleh laporan Chainalysis 2024, yang menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam indeks adopsi kripto global.
Sejalan dengan itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat lebih dari 20 juta pengguna aset kripto di Indonesia, dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai aset paling populer.
Volume transaksi di bursa lokal juga terus meningkat, mencerminkan tingginya minat investor ritel. Tak heran, banyak orang mencari cara beli Bitcoin di internet.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Rela Habiskan Uang untuk Bermain Game, Anggap Sebagai Investasi!
Bitcoin masih jadi primadona
Di antara berbagai jenis aset digital, Bitcoin masih menjadi instrumen investasi banyak investor di Tanah Air.
Banyak investor melihat Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi juga sarana penyimpan nilai (store of value).
Hal ini juga sejalan dengan keputusan pemerintah telah menyetujui Bitcoin sebagai aset komoditi digital yang sah diperdagangkan di bawah pengawasan Bappebti.
Meski begitu, memantau pergerakan harga Bitcoin penting untuk menentukan strategi investasi, baik jangka pendek maupun panjang. Berikut alasannya.
1. Menentukan waktu yang pas untuk transaksi