Grid.ID – Penampilan terbaru Nathalie Holscher sukses mencuri perhatian. Kini ia terlihat jauh lebih langsing, sebuah hasil dari keputusannya untuk menjalani operasi potong lambung beberapa waktu lalu.
Nathalie dengan bangga menyatakan bahwa prosedur operasi tersebut berhasil dan kini ia merasa lebih senang dengan bentuk tubuhnya. Operasi potong lambung ini juga membawa perubahan positif pada gaya hidupnya secara keseluruhan.
"Senang banget, terus jadi pola hidupnya juga jadi lebih sehat juga gitu. Terus pola makan juga lebih dijaga ya," ungkap Nathalie Holscher di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (21/10/2025).
Ia membandingkan pola makannya yang dulu dengan sekarang. Jika sebelumnya ia bisa menyantap nasi Padang dalam porsi besar, kini ia merasa lebih cepat kenyang.
"Kalau sekarang jadi lebih dijaga aja, kayak dua suap, tiga suap udah kenyang," ujarnya.
Meskipun kini penampilannya terlihat berbeda, Nathalie menegaskan bahwa saat syuting film perdananya yang berjudul Danyang Wingit Jumat Kliwon dua tahun lalu, ia belum menjalani operasi. Justru, ia mempersilakan penonton untuk melihat penampilannya yang lebih berisi di film tersebut.
"Oh di film itu belum, belum operasi. Justru kalian harus lihat kalau di film itu, nah itulah tampak di film, badanku yang seperti itu tuh," katanya.
Meskipun telah berhasil menurunkan berat badan, Nathalie masih memiliki target untuk mencapai berat badan idealnya, yaitu 55 kg. Saat ini, beratnya berada di angka 57 kg.
"Kurus kayak gini aja udah senang sih, paling turun-turun dikit lagi aja," pungkasnya dengan semangat.
Keputusan besar ini diakuinya dipicu oleh rasa sakit hati akibat perundungan alias bullying dari warganet, terutama komentar-komentar pedas yang membandingkan tubuhnya dengan hewan.
"Alasannya gara-gara dibully, 'Kayak kuda nil,' katanya badannya kayak kuda nil," ungkap Nathalie Holscher.
Baca Juga: Debut Main Film, Nathalie Holscher Harus Belajar Nyinden di Film Danyang Wingit Jumat Kliwon
Hujatan dari "ibu-ibu Facebook" inilah yang akhirnya mendorongnya untuk mengambil langkah ekstrem demi mengembalikan kepercayaan dirinya. (*)
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |