Grid.ID- Olahraga raket seperti tenis dan padel kini menjadi tren di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak yang beralih ke padel karena dianggap lebih ringan, menyenangkan, dan tidak seberat tenis.
Namun, di balik keseruannya, muncul pertanyaan besar, yaitu apakah padel benar-benar lebih aman dibandingkan tenis? Sebuah studi dari PubMed mengungkapkan kenyataan yang cukup mengejutkan tentang tingginya risiko cedera dalam permainan padel.
Data menunjukkan bahwa olahraga yang tampak santai ini justru dapat menimbulkan lebih banyak masalah fisik daripada tenis. Pertarungan padel vs tenis pun kini tidak hanya soal teknik dan popularitas, tetapi juga tentang risiko cedera yang mengintai.
Padel
Di balik popularitasnya sebagai olahraga sosial yang seru dan mudah dimainkan, padel ternyata memiliki tingkat cedera yang cukup tinggi. Mengutip Padel Magazine, Rabu (15/10/2025), berdasarkan data penelitian yang dikumpulkan oleh PubMed, ditemukan bahwa terdapat 3 cedera setiap 1.000 jam latihan.
Angka itu meningkat menjadi 8 cedera setiap 1.000 jam pertandingan. Jadi, semakin sering seseorang bermain padel, semakin besar pula kemungkinan mengalami cedera.
Bagian tubuh yang paling sering terdampak pun tidak mengejutkan. Siku menjadi area yang paling rentan, terutama akibat gerakan pukulan smash yang dilakukan berulang kali.
Selain itu, lutut, bahu, dan punggung bagian bawah juga sering mengalami cedera, terutama pada pemain yang tidak melakukan pemanasan cukup atau tidak menjaga postur tubuh dengan benar selama bermain. Jenis cedera yang paling sering ditemukan adalah tendinitis dan masalah otot, terutama akibat pergerakan intens yang dilakukan berulang.
Dengan meningkatnya minat terhadap olahraga ini di berbagai negara, temuan ini menjadi pengingat penting. Meskipun padel tampak lebih ringan dibanding tenis, risiko fisiknya tidak bisa diabaikan begitu saja.
Padel vs Tenis
Membandingkan tingkat risiko antara padel vs tenis bukan hal yang mudah, karena kedua olahraga ini memiliki karakteristik dan pergerakan tubuh yang berbeda. Namun, berdasarkan data yang tersedia, terlihat bahwa padel memiliki tingkat cedera yang sedikit lebih tinggi dibandingkan tenis.
Dalam tenis, beberapa studi mencatat bahwa angka cedera berkisar antara 0,05 hingga 2,9 cedera per pemain per tahun, atau sekitar 0,04 hingga 3 cedera per 1.000 jam bermain. Sementara itu, dalam padel, angka cedera mencapai 8 cedera per 1.000 jam bermain, lebih dari dua kali lipat angka tertinggi dalam tenis.
| Source | : | Padel Magazine |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |