Grid.ID- Kabar duka datang dari keluarga besar mantan Wakil Presiden Republik Indonesia. Karlinah Djaja Atmadja, istri dari Wakil Presiden ke-4 RI Umar Wirahadikusumah, dikabarkan meninggal dunia. Untuk mengenang masa hidupnya, berikut profil Karlinah Djaja Atmadja yang menarik untuk diketahui.
Karlinah Djaja Atmadja meninggal dunia pada Senin (6/10/2025) pukul 04.33 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretariat Wakil Presiden melalui unggahan resmi di media sosial.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam pesannya, Wapres Gibran menyampaikan doa agar segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT.
Kehidupan dan perjalanan panjang almarhumah menjadi cerminan dedikasi dan ketulusan seorang perempuan dalam mendampingi pengabdian suaminya bagi bangsa dan negara. Lebih lengkapnya, simak perjalanan hidupnya lewat profil Karlinah Djaja Atmadja.
Profil Karlinah Djaja Atmadja menunjukkan sosok perempuan yang dikenal sederhana, berpendidikan, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia sosial. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 30 Juli 1930.
Sejak muda, Karlinah telah menunjukkan minat besar di bidang pendidikan. Ia menempuh pendidikan di Voorbereidend Hogere Onderwijs (VHO) dan kemudian melanjutkan studi bahasa Prancis di Alliance Française.
Perjalanan kariernya pun dimulai di dunia pendidikan. Mengutip Tribun Prianagan, pada tahun 1957, ia sempat menjadi guru SMP dan SMA di Bandung.
Selain itu, ia juga pernah bekerja di Kantor Pusat Perbendaharaan. Semangatnya untuk berkontribusi di bidang pendidikan dan pemerintahan menjadi bukti nyata dedikasinya bagi masyarakat.
Kehidupan Pribadi
Kisah cinta Karlinah Djaja Atmadja dan Umar Wirahadikusumah bermula pada tahun 1956. Saat itu, Umar masih berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) di lingkungan militer.
Pertemuan singkat antara keduanya berlanjut pada hubungan yang serius. Tak sampai tiga bulan kemudian, mereka resmi menikah pada 2 Februari 1957.
Dari pernikahan itu, Karlinah dikenal sebagai sosok yang selalu setia mendampingi suaminya. Ia selalu hadir di berbagai fase kehidupan sang suami, baik ketika Umar Wirahadikusumah bertugas di militer, maupun saat menjabat sebagai Wakil Presiden ke-4 Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1983–1988.
Di balik jabatan besar sang suami, profil Karlinah Djaja Atmadja menonjol sebagai figur yang rendah hati dan aktif dalam kegiatan sosial. Ia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Karlinah dikenal dekat dengan masyarakat, terutama di wilayah Jawa Barat. Ia sering hadir dalam kegiatan sosial tanpa banyak publikasi, mencerminkan kepribadiannya yang lebih suka bekerja dalam kesenyapan namun penuh makna. Nilai-nilai kesederhanaan dan ketulusan menjadi ciri khasnya hingga akhir hayat.
Doa dan Ucapan Belasungkawa
Kepergian Karlinah Djaja Atmadja meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Umar Wirahadikusumah, masyarakat Jawa Barat, dan bangsa Indonesia. Sekretariat Wakil Presiden menyampaikan ucapan belasungkawa resmi melalui akun media sosialnya.
“Wakil Presiden Gibran Rakabuming beserta segenap keluarga besar Sekretariat Wakil Presiden turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Hj. Karlinah Umar Wirahadikusumah Binti Djajaatmaja,” tulis keterangan resmi Setwapres RI, dikutip dari Kompas.com, Senin (6/10/2025).
Pemerintah dan masyarakat mendoakan agar segala amal ibadah dan pengabdian almarhumah diterima di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kekhilafannya.
Melalui perjalanan hidupnya, profil Karlinah Djaja Atmadja memberi teladan tentang arti kesetiaan, pengabdian, dan ketulusan. Ia bukan hanya istri seorang pejabat negara, tetapi juga sosok pendidik dan pejuang kemanusiaan.
Karlinah meninggalkan jejak yang dalam sebagai perempuan Indonesia yang teguh, cerdas, dan berjiwa sosial tinggi. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa, namun nilai-nilai yang diwariskannya akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. (*)
| Source | : | Kompas.com,Tribun Priangan |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |