Grid.ID - Dedi Mulyadi beri balasan usai dikritik gegara penutupan tambang Parung Panjang. Gubernur Jabar menyinggung soal derita masyarakat.
Dedi Mulyadi kembali menjadi perbincangan publik usai menutup tambang Parung Panjang. Gubernur Jabar mendapat kritikan dari para sopir truk sampai pengusaha tambang.
Penutupan tambang Parung Panjang timbulkan kritikan. Dedi Mulyadi beri balasan sampai singgung soal derita masyarakat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas pertambangan di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Kebijakan ini langsung mendapat penolakan dari sopir truk dan para pekerja tambang.
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat menentang keputusan tersebut. Mereka menilai penutupan tambang di Kecamatan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin telah memutus sumber penghasilan sopir, karyawan perusahaan, hingga pelaku UMKM.
Menanggapi protes itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan penghentian sementara puluhan tambang di Parung Panjang diambil untuk melindungi ribuan penduduk dari risiko kecelakaan.
“Saya paham para penambang kehilangan pendapatan, para pengusaha angkutan kehilangan pemasukan, sopir-sopir truk kehilangan pekerjaan,” ujar Dedi, dalam keterangan video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Senin (29/9/2025).
“Tapi Anda juga harus paham, dari 2019 sampai 2024 ada 195 orang meninggal di jalan karena terlindas, tersenggol, atau bertabrakan dengan truk."
"Ada 140 luka berat. Pertanyaannya, ke mana Anda semua ketika banyak anak kehilangan bapaknya?” tambahnya.
Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut menderita akibat tambang dan lalu lintas truk tambang yang setiap hari melintas.
“Ada tangis pilu saat mereka jatuh di jalanan terlindas truk-truk besar. Berapa derita masyarakat?"
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Sentil Pedas Dedi Mulyadi, Singgung Soal Satu Partai, Ada Apa Gerangan?
| Source | : | Instagram,TribunJabar.id |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |