Grid.ID- Fenomena tepuk sakinah dalam bimbingan pernikahan menjadi viral. Ternyata begini asal usul hingga maknanya.
Belakangan ini tengah ramai fenomena Tepuk Sakinah di kalangan netizen. Dosen UIN Sunan Kalijaga, Profesor Alimatul Qitbiyah menceritakan awal mula menggagas "Tepuk Sakinah" pada tahun 2018.
Pada waktu itu, Kementerian Agama Republik Indonesia mengganti nama program Kursus Calon Pengantin (Suscatin) menjadi Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Pergantian nama ini bertujuan untuk menghadirkan metode yang lebih efektif dalam menyampaikan materi dan kurikulum kepada para calon pengantin.
“Kemudian memang kita melakukan kreativitas, mencoba melakukan revisi dan mencoba untuk membuat Tepuk Sakinah ini,” ucap Alimatul.
Melansir dari Kompas.com, menurut mantan Komisioner Perempuan tersebut, lirik dalam Tepuk Sakinah terdiri dari lima kalimat sederhana yang dirancang oleh para penggagas untuk merepresentasikan lima pilar utama dalam pernikahan. Kelima poin tersebut dianggap penting karena menjadi dasar dalam penyusunan seluruh materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin).
“(Lima pilar pernikahan) itu mencakup untuk materi pemenuhan kebutuhan, materi psikologi keluarga, materi menyiapkan generasi berkualitas, kesehatan reproduksi, dan ya keluarga sakinah,” ungkapnya.
Tepuk Sakinah ini mulai dikenalkan kepada perwakilan seluruh KUA di Indonesia pada 2018. Lalu, kreasi ini kembali dihidupkan pada agenda pelatihan BIMTEK untuk KUA se-Indonesia sekitar dua bulan lalu.
“Sekitar dua bulan lalu, kita melakukan pelatihan lagi di Jakarta, saya datang hingga akhir selama empat hari. Dan itu memang kita pakai lagi tepuk sakinah,” ujar Alimatul.
Makna Tepuk Sakinah
Kalimat “Berpasangan, berpasangan, berpasangan” dalam Tepuk Sakinah dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa inti dari keluarga adalah pasangan yang bersama-sama membangun rumah tangga. Ungkapan ini menekankan pentingnya peran suami dan istri sebagai fondasi utama dalam kehidupan berkeluarga.
Sementara itu, lirik “Janji kokoh, janji kokoh, janji kokoh” mengajarkan kepada calon pengantin bahwa pernikahan merupakan ikatan suci yang harus dijaga dengan serius. Pernikahan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan komitmen seumur hidup yang perlu dihormati.
| Source | : | Kompas,TribunJogja.com |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Nesiana |