Grid.ID - Publik dihebohkan dengan kondisi jenazah turis Australia pulang tanpa jantung. Pihak RS Bali pun buka suara, beri bantahan terkait tudingan pencurian organ.
Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia bernama Byron Haddow meninggal di Bali. Namun saat jenazah dipulangkan, keluarga kaget ketika jenazah Byron tanpa organ jantung.
Sebelumnya diketahui bahwa Byron meninggal di sebuah vila yang berlokasi di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Ia ditemukan tak bernyawa di kolam renang vila pribadinya saat berlibur pada Senin (26/5/2025) lalu.
Jenazahnya dipulangkan ke Australia pada Juni lalu. Namun baru-baru ini terungkap bahwa organ vitalnya tidak ada di dalam tubuh Byron.
Temuan mengejutkan ini diketahui saat pihak keluarga melakukan otopsi kedua di Australia, empat minggu setelah kematiannya. Orang tua Byron, Robert dan Chantal Haddow mengekspresikan kemarahan sekaligus duka atas kondisi anak mereka.
"Kami mengalami penundaan demi penundaan, setengah kebenaran, dan keheningan," ujar mereka dalam pernyataan yang dirilis kuasa hukum di Bali, dikutip dari Tribun Jatim.
"Tubuh Byron baru dipulangkan hampir empat minggu setelah kematiannya. Namun dua hari sebelum pemakaman, kami diberitahu oleh Koroner Queensland bahwa jantungnya telah diambil dan ditinggalkan di Bali tanpa sepengetahuan kami, tanpa persetujuan, tanpa alasan hukum atau moral. Ini tidak manusiawi. Ini benar-benar menghancurkan," tegas mereka.
Sejumlah kejanggalan pun mengiringi kasus ini. Sertifikat kematian Byron di Bali menyebutkan bahwa ia meninggal karena tenggelam.
Namun diketahui Byron dikenal sebagai seorang perenang andal, sementara kedalaman kolam vila hanya 150 cm. Diketahui tubuhnya juga penuh luka memar dan goresan.
Kasus ini membuat pejabat senior Australia di Bali dan Jakarta menyampaikan protes resmi kepada pemerintah Indonesia. Konsulat Jenderal Australia di Bali juga telah menyampaikan kekhawatiran keluarga kepada pihak rumah sakit.
Saat ini kasus kematian Byron sedang dalam penyelidikan terbuka di Coroners Court of Queensland. Australian Federal Police (AFP) juga dilibatkan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Bali.
| Source | : | Tribun Jatim,Kompas.com |
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |