Grid.ID - Musisi Arda Hatna kembali hadir dengan karya terbaru berjudul 'Belajar Jadi Bapak' yang di rilis pada Jumat (18/9/2025). Lagu ini bukan sekadar karya musik, melainkan juga refleksi mendalam tentang perjalanannya menjadi seorang ayah, lengkap dengan pengalaman pribadi, kesalahan, trauma, hingga proses belajar yang terus berlanjut.
Pria yang menikahi vokalis Kotak, Tantri Syalindri pada 26 Oktober 2014 itu mengaku lagu ini lahir dari hal-hal yang benar-benar ia alami dalam kehidupan sehari-hari.
Arda Hatna menuturkan bahwa menjadi seorang ayah bukan hanya soal bekerja dan menafkahi keluarga, melainkan juga hadir secara emosional bagi anak-anak.
“Banyak ayah hanya menjadi figur pencari uang. Padahal, ketika anak dekat dengan bapaknya, predator pun tidak bisa mengganggunya. Itu sempat diungkap dalam rilis berita dari luar negeri,” kata Arda kepada Grid.ID melalui telepon, Jumat (19/9/2025).
Baca Juga: Mengenal Tentang Belis, Tradisi Penting yang Ada dalam Pernikahan Masyarakat Nusa Tenggara Timur
Musisi yang juga pernah menjadi vokalis Naff itu tidak menutup-nutupi bahwa dirinya juga pernah melakukan kesalahan besar pada anaknya. Ia bercerita pernah menghukum anaknya dengan mengunci sang buah hati di kamar mandi. Meski hanya sebentar, pengalaman itu menimbulkan trauma berkepanjangan.
“Trauma itu nyata dan trauma itu harus dibereskan. Beberapa bulan setelah kejadian itu, anak saya ketakutan dan sampai ngigau. Saya sadar itu salah saya,” ungkap Arda Hatna yang dipanggil Panda oleh anak dan istrinya.
Sejak saat itu, Arda bersama keluarga menjalani konseling dan hipnoterapi secara terpisah. Ia mengaku air matanya jatuh berderai saat anaknya justru meminta maaf kepadanya lewat secarik tulisan kecil. "Panda aku minta maaf ya, sudah banyak merepotkan Panda," Dari sana, ia semakin yakin bahwa menjadi ayah adalah proses belajar tanpa henti.
“Kenapa saya akhirnya membuat lagu ini? Karena belajar jadi bapak ternyata tidak pernah usai. Sampai akhir hayat pun saya akan terus belajar,” tegasnya.
Lirik lagu “Belajar Jadi Bapak” sendiri bercerita tentang pergantian peran seorang anak yang kini menjadi ayah. Dalam salah satu baitnya, Arda menulis: “Sekarang aku di posisimu, Bapakku sekarang ku jadi dirimu. Keras sering beradu, canggung ungkapkan rindu, Bapakku sudah kutepati janjiku, berjuang lebih baik, belajar jadi bapak.”
Selain soal peran ayah, Arda juga menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi laki-laki. Menurutnya, banyak pria memilih diam karena tidak punya ruang aman untuk bercerita.
| Penulis | : | Fachri M Ginanjar AK |
| Editor | : | Fachri M Ginanjar AK |