Grid.ID- Inilah kronologi meninggalnya pelajar SMK di Tangerang usai demo di Gedung DPR RI, Jakarta. Suasana duka kini masih menyelimuti keluarga besar Andika Lutfi Falah, pelajar SMK asal Kabupaten Tangerang, Banten.
Andika meninggal dunia usai menjalani perawatan dalam kondisi koma. Ia diduga mengalami benturan keras ketika mengikuti aksi demonstrasi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Kronologi meninggalnya pelajar SMK ini pun masih menjadi perhatian publik. Menurut Abdul Gofur, ayah Andika, pada Kamis pagi, putranya sempat berpamitan berangkat sekolah. Namun hingga malam, Andika tidak juga pulang.
Ia bahkan sempat menelepon wali kelas yang menyebut Andika sudah izin pulang siang dengan alasan ingin mengantar makanan. "Saya telepon ke wali kelas, katanya anak saya izin pulang saat siang untuk antar makanan ke saya yang lagi jualan kopi," kata Abdul Gofur dikutip dari Kompas.com.
Sementara menurut Ketua RT 02, Sugiono, Andika meminta izin pada gurunya dengan alasan lain, yakni mengantar ibunya berobat. Namun, tanpa sepengetahuan keluarga dan guru, Andika berangkat ikut aksi bersama temannya di DPR RI, Kamis (28/8/2025).
Sejak itu, pihak sekolah maupun keluarga tidak mengetahui keberadaan Andika. Ia pun tidak memiliki ponsel maupun membawa identitas saat berangkat, membuat keberadaannya sulit dilacak.
Setelah dinyatakan tidak pulang, keluarga panik mencari Andika. Pada Jumat (29/8/2025), mereka mendapat kabar ada seorang peserta demo tanpa identitas dirawat di RSAL Dr. Mintohardjo.
Setelah dicek, benar itu Andika. Saat ditemukan, kondisinya sudah kritis dan koma. Ibunda Andika, Alfi, mengungkapkan putranya tidak merespons sama sekali.
Tim medis menyebut tempurung kepala bagian belakang retak. Dugaan sementara, Andika terkena hantaman benda tumpul saat unjuk rasa.
Namun, tidak ada keterangan jelas mengenai bagaimana luka itu terjadi. "Terkait benturan itu saya tidak tahu persis, apakah memang dia posisinya jatuh dan bagaimana, hasil medisnya juga disampaikan memang ada benturan, tetapi pihak keluarga pun tidak tahu terkait itu," kata Sugiono dikutip dari Tribun Trends.
Sejak Jumat malam hingga Senin pagi (1/9/2025), Andika menjalani perawatan intensif. Sayangnya, nyawa remaja berusia 16 tahun itu tidak tertolong.
| Source | : | Kompas.com,Tribun Trends |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Irene Cynthia |