Grid.ID- Olahraga padel semakin populer di berbagai negara, termasuk di kalangan petenis yang ingin mencoba tantangan baru. Sekilas, transisi dari tenis ke padel terlihat mudah karena lapangannya lebih kecil, permainan lebih cepat dipelajari, dan terasa menyenangkan.
Namun, di balik daya tarik itu, ada sejumlah kendala yang kerap dihadapi petenis saat mencoba serius menekuni padel. Dikutip The Padel School, Senin (1/9/2025), berikut lima tantangan utama yang biasanya dialami para petenis ketika beralih ke padel:
1. Minim Pengetahuan dan Pelatihan yang Tepat
Banyak petenis merasa percaya diri karena dasar permainan tenis bisa diaplikasikan di padel. Misalnya kemampuan volley, overhead, hingga koordinasi tangan-mata.
Namun, percaya diri yang berlebihan ini sering membuat mereka mengabaikan pentingnya pelatihan khusus padel. Padahal, meski mirip, padel punya strategi berbeda yang tidak bisa hanya mengandalkan power dan kecepatan seperti dalam tenis.
Taktik dalam padel lebih menekankan kesabaran, membaca permainan lawan, dan menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Tanpa bimbingan dari pelatih padel berpengalaman, petenis yang beralih ke olahraga ini akan sulit mengoptimalkan kemampuan mereka. Karena itu, pelatihan bukan sekadar tambahan, melainkan kebutuhan penting agar pemain bisa naik level dan benar-benar memahami karakter unik padel.
2. Perubahan Pola Pikir
Di dunia tenis, mentalitas agresif dengan kekuatan penuh sering menjadi kunci kemenangan. Namun, dalam padel, strategi itu justru tidak banyak membantu. Padel menuntut pendekatan berbeda, yakni lebih sabar, penuh perhitungan, dan memanfaatkan tembok sebagai bagian dari permainan.
Bagi petenis yang terbiasa mengandalkan serangan cepat, menahan diri untuk tidak selalu memukul keras bisa menjadi tantangan besar. Bahkan, keputusan sederhana seperti kapan melakukan smash atau lob bisa lebih sulit dibandingkan sekadar memukul keras di tenis. Proses mengubah pola pikir ini sering kali butuh waktu lama, terutama bagi petenis yang sudah bermain di level tinggi.
3. Terjebak Kebiasaan Buruk
Tanpa pelatihan yang tepat, petenis yang beralih ke padel sering membawa kebiasaan lama dari tenis ke lapangan baru. Misalnya, terlalu mengandalkan kekuatan fisik, gaya pukulan tertentu, atau pola pergerakan khas tenis. Pada awalnya, strategi ini memang bisa memberi keunggulan, tetapi dalam jangka panjang justru menghambat perkembangan.
Baca Juga: Ingin Menang Main Padel? Inilah 4 Strategi Sukses Berkomunikasi dengan Partner
| Source | : | The Padel School |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |