Grid.ID - Menjadi seorang ibu tunggal bukanlah perjalanan yang mudah. Tekanan emosional, tanggung jawab finansial, serta tuntutan untuk selalu kuat menjadi keseharian yang harus dijalani.
Hal itu dialami langsung oleh Nadia Mulya, aktris sekaligus public figure yang membagikan kisah pribadinya tentang bagaimana ia berusaha menjadi tulang punggung keluarga sekaligus memberikan proteksi terbaik untuk anak-anaknya.
"Setelah melahirkan, sebagai ibu kita langsung fokus pada anak dan kita melihat apa yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita. Sekolah kita berusaha berikan yang terbaik. Ya, sama, proteksi juga kita ingin pastikan supaya kalau amit-amit, ini kayaknya harus ada kayu makanya ada kayu di sini. Amit-amit ada apa-apa yang terjadi, apalagi saya adalah seorang ibu tunggal," ujar Nadia Mulya di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (26/8/2025).
Dalam sebuah kesempatan di Jakarta Selatan pada Selasa (26/8/2025), Nadia menuturkan bagaimana setelah melahirkan, seorang ibu secara otomatis menaruh perhatian penuh pada anak. Baginya, proteksi finansial sama pentingnya dengan pendidikan, karena masa depan anak harus tetap terjamin dalam kondisi apa pun.
Nadia kemudian menekankan bahwa sebagaimana UMKM disebut sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, dirinya merasa menjadi tulang punggung keluarga. Ia menanggung penuh kebutuhan pendidikan keempat anaknya, mulai dari sekolah dasar hingga universitas di luar negeri.
"Jadi kalau tadi dibilang bahwa UMKM itu adalah backbone dari ekonomi Indonesia, ya saya adalah backbone dari keluarga saya. Saya punya empat orang anak, yang satu sudah kuliah. Kuliahnya itu, boleh sedikit curhat ya. Kuliahnya itu saat ini di UI, tapi tahun depan dia akan berangkat ke Brisbane. Sementara yang paling kecil baru masuk SD," ujarnya.
Perjalanan panjang sebagai ibu tunggal membuat Nadia terbiasa mengandalkan dirinya sendiri. Sejak anak-anak masih bersekolah di jenjang internasional, ia berperan sebagai penopang utama.
Ia menegaskan bahwa tidak ada yang berharap menjadi orang tua tunggal, tetapi kesiapan mental dan finansial adalah kunci bertahan.
"Semuanya, awal mulanya soalnya di sekolah internasional, saya yang menghidupi dari mereka lahir sampai dengan saat ini, begitu. Jadi kalau ngomongin mengenai pentingnya kita sebagai ibu-ibu, apalagi dengan banyak kondisi di luar dugaan, siapa sih yang menginginkan berpisah dan menjadi orang tua tunggal, kan? Tapi kalau sampai itu terjadi, yeah we have to be ready," ungkap Nadia.
Bekerja di dunia hiburan menuntut fleksibilitas tinggi. Pekerjaan tidak selalu datang dengan ritme teratur, sementara kewajiban finansial tetap berjalan.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam mengatur keuangan menjadi tantangan terbesar sekaligus prioritas utama.
Baca Juga: Pandangan Nadia Mulya Terkait Asuransi, Sebagai Proteksi dan Warisan Penting
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |