Grid.ID - Nunung menjadi salah satu saksi perjuangan mpok Alpa melawan sakit kanker payudara yang diidapnya. Sambil menangis, Nunung mengaku ingat momen pertama saat mpok Alpa jujur soal penyakitnya.
Mpok Alpa divonis dokter mengidap kanker payudara stadium 3B, saat ia hamil anak kembarnya. Diceritakan sang sahabat, Irfan Hakim, mpok Alpa sempat berniat menunda pengobatannya, lantaran tak tega jika bayi kembar yang dikandungnya terpapar saat kemoterapi.
Namun akhirnya, proses kemoterapi itu tetap dilakukan dengan dosis rendah, mengingat kondisi calon bayi yang harus tetap dijaga. Selama proses kemoterapi, rupanya mpok Alpa banyak bertanya kepada Nunung, yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman serupa, berjuang melawan kanker payudara.
Singkat cerita, Nunung pernah menjadi bintang tamu acara FYP Trans7. Ia menceritakan perjuangannya melawan kanker payudara, melewati kemoterapi sampai terjadi perubahan dalam tubuhnya, seperti kuku yang membiru, badan sakit sampai rambut rontok sampai alami kebotakan.
Nunung yang saat itu datang, memberanikan diri membuka wig yang menutupi kepalanya yang botak. Melihat hal itu, mpok Alpa langsung menangis dan memegang tangan Nunung. Padahal, saat itu Nunung membuka wig sambil tersenyum ceria.
“Sabar mami,” kata mpok Alpa sambil menangis.
Saat itu, mpok Alpa disebut belum mengetahui jika dirinya mengidap kanker payudara. Setelah beberapa waktu, ironisnya, mpok Alpa divonis mengidap kanker oleh dokter. Tangis mpok Alpa berbalik menjadi tangis Nunung.
“Aku sudah tau (mpok Alpa mengidap kanker),” kata Nunung.
“Almarhum sempat cerita pas hamil 6 bulan, nanya kemo itu bagaimana, dia meluk aku sambil nangis,” ujar Nunung saat jadi bintang tamu di acara FYP Trans7, Selasa (19/8/2025).
Awalnya, Nunung mengira tangisan mpok Alpa itu untuknya. Namun, Nunung salah, mpok Alpa akhirnya mengaku kalau ia mengidap penyakit yang sama dengan Nunung, kanker payudara.
Baca Juga: Kesaksian Raffi Ahmad Saat Lihat Jenazah Mpok Alpa Pertama Kalinya
| Source | : | FYP Trans7 |
| Penulis | : | Okki Margaretha |
| Editor | : | Okki Margaretha |